Parkir di Kampus UIN Samata Tidak Aman? Mahasiswi Pendidikan Bahasa Arab Kehilangan Motor

Parkir di Kampus UIN Samata Tidak Aman? Mahasiswi Pendidikan Bahasa Arab Kehilangan Motor

Motor Mahasiswi Raib di Parkiran di Kampus, Security Kampus Dinilai Kurang Tanggap

 

HARIAN.NEWS, GOWA – Sepeda motor milik Siti Rabiyatul Adawiyah (21), mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Samata Gowa, hilang dicuri saat dirinya berada di dalam kampus. Insiden ini terjadi pada Jumat, 24 Mei 2024.

Motor Yamaha Mio J berwarna merah dengan nomor polisi DD 3887 UN itu diparkir oleh Wiyah, panggilan akrab mahasiswi Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah, di pelataran parkir Rusunawa dalam kompleks kampus UIN Samata, dalam kondisi terkunci stang.

Sekitar pukul 14.00 WITA, setelah selesai mengikuti kegiatan organisasi, Wiyah mendapati motornya telah raib dari tempat semula.

“Saya masuk ke parkiran Rusunawa jam 09 kurang, kemudian saya ke ruangan Fakultas Tarbiyah untuk mengikuti kegiatan organisasi. Sekitar pukul 14.00 WITA, saya keluar dan menuju parkiran, namun motor Mio J sudah tidak ada di tempatnya,” jelas Wiyah.

Mahasiswi yang tinggal di Batua Raya itu kemudian berkeliling mencari motornya namun tidak berhasil menemukannya.

Ia pun mencari security kampus yang biasanya berjaga di sekitar parkiran, namun usaha tersebut juga tidak membuahkan hasil.

Setelah memeriksa tasnya dan menemukan kunci motor masih di dalam, Wiyah melaporkan kejadian tersebut kepada Komandan security yang sedang piket di kampus UIN Samata.

Namun, bukannya mendapatkan bantuan, Komandan security malah menyalahkan Wiyah karena memarkir motor di luar area Fakultas Tarbiyah.

“Security bertanya kenapa saya parkir di Rusunawa sementara kegiatan saya bukan di sana. Tidak ada yang bertanggung jawab, padahal parkiran Rusunawa masih dalam kompleks kampus UIN,” ungkap Wiyah kecewa atas tanggapan pihak security kampus.

Wiyah kemudian melaporkan kehilangan motornya ke Polres Gowa pada pukul 18.56 WITA. Pihak berwajib memintanya untuk menunggu hasil penyelidikan.

Wiyah berharap kejadian serupa tidak terulang kembali dan menimpa mahasiswa lain. “Semoga ada perbaikan sistem keamanan kendaraan di UIN Samata. Mahasiswa harus lebih berhati-hati dan meningkatkan keamanan pada kendaraan masing-masing,” harapnya.

Ia juga berpesan agar mahasiswa saling peduli untuk meminimalisir pencurian kendaraan.

“Security kampus tidak bisa terlalu diharapkan untuk menjaga setiap kendaraan yang terparkir. Saya meminta pihak rektorat untuk memperketat keamanan kendaraan mahasiswa baik yang diparkir di dalam area kampus,” ucapnya.

Atas kejadian ini, Siti Rabiyatul mengaku mengalami kerugian sebesar Rp 13.000.000. ***

Baca berita lainnya Harian.news di Google News