Peluang Emas Tri dan 3Kiosk: Perluas Koneksi untuk Bangkitkan Usaha di Pelosok

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Suasana pagi di Galesong menyapa dengan hangat, seolah memberi ruang bagi perubahan besar. Di bawah langit biru tanpa cela, rombongan “Media Visit” tiba di lokasi site Tri di Moncobalang, Galesong Utara, Selasa (03/11/2024).  Mereka dibawah naungan Tri membawa misi membangun konektivitas hingga ke pelosok. Di sini, bukan hanya menara jaringan Tri dan 3Kiosk yang dikembangkan, tetapi juga semangat baru untuk masyarakat Galesong melangkah lebih dekat ke dunia digital.

Selama perjalanan, suasana dipenuhi antusiasme dan kreativitas. Tantangan media sosial menjadi salah satu kegiatan yang paling dinanti. Media dan komunitas diajak langsung menjajal keandalan jaringan Tri di pelosok Galesong, menikmati stabilitas sinyal yang kini menjangkau lebih luas. Bagi mereka, ini bukan sekadar permainan, tetapi juga pengalaman nyata tentang bagaimana teknologi dapat menjembatani jarak dan keterbatasan.

Saat melakukan visit Outlet disalah satu counter terbesar di Galesong, Angga, seorang karyawan Anugrah Cell, dengan bangga berbagi cerita tentang keberhasilan jaringan Tri di daerahnya. “Jaringan Tri di Galesong sudah sangat bagus. Hemat dan cepat,” ucapnya penuh antusias.

Produk Tri lanjut Angga, terutama kartu perdana dan paket kuota data, sangat diminati masyarakat. “Paket 90GB seharga Rp100 ribu adalah favorit mereka, yang terjual perbulannya bisa lebih dari 115 paket,” tuturnya dengan senyum semangat.

Menurut Angga, kontribusi Tri terhadap ekonomi lokal juga sangat terasa. “Kartu perdana menjadi pilihan utama, dengan penjualan mencapai 500 kartu per bulan. Omset konter pun melonjak hingga Rp40 juta lebih setiap bulan. Ini bukti bahwa Tri mampu menjadi andalan masyarakat Galesong,” tambahnya.

Jaringan yang stabil dan harga terjangkau menjadi daya tarik utama Tri di Galesong. Tidak hanya membantu warga mengakses hiburan atau pendidikan, tetapi juga mendorong usaha kecil menjadi lebih kompetitif di era digital. “Tri bukan sekadar jaringan, tetapi jembatan menuju kesempatan yang lebih besar,”  ujarAngga penuh harap.

Kehadiran menara baru dan 3Kios Tri di Galesong bukan hanya penanda kemajuan teknologi, tetapi juga awal dari transformasi besar. Dengan semangat yang terus berkobar, Galesong kini siap menatap masa depan, bersama jaringan Tri yang menjadi pilar utama perjalanan digital mereka.

Khaerul dan Perjalanan Membesarkan 3Kiosk di Galesong

Pimpinan Tri saat melakukan visit 3Kiosk Galesong milik Khaerul. (Foto: Gita/HN)

Di balik hiruk pikuk daerah pesisir Galesong, Khaerul, seorang pemuda penuh visi, sedang menatap pencapaian yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya: 3Kiosk yang ia rintis kini tumbuh menjadi jaringan usaha yang kokoh, membentang di berbagai titik di daerah ini.

“Selama sembilan bulan membangun 3Kiosk, kami benar-benar merasakan dampak besar dari jaringan Tri yang kini lebih stabil, murah, dan cepat,” ungkap Khaerul sambil tersenyum bangga.

Perubahan ini, menurutnya, telah membawa angin segar, tidak hanya bagi dirinya tetapi juga bagi masyarakat sekitar yang kini semakin mengenal dan mempercayai produk Tri.

Katanya, sebelum merger Tri dengan Indosat, Khaerul mengakui betapa sulitnya mengelola bisnis. “Dulu, akses untuk produk Tri cukup sulit. Tapi setelah merger, semuanya berubah. Produk jadi lebih mudah didapat, dan pelanggan pun semakin banyak,” katanya.

Dengan dukungan jaringan yang andal, Khaerul mampu membuka hingga 3 kios dan 7 counter. Modal awal, yang menurutnya hanya berkisar Rp20 juta, kini berkembang pesat seiring dengan tingginya permintaan. “Dengan target yang jelas, uang bisa terus berputar. Produk Tri ini seperti memiliki magnet tersendiri, karena kebutuhan masyarakat akan konektivitas semakin tinggi,” jelasnya.

Bagi Khaerul, kehadiran Tri bukan hanya soal jaringan, tetapi juga peluang yang membuka pintu untuk mewujudkan impian. “Saya bersyukur bisa tumbuh bersama Tri. Apa yang kami capai hari ini adalah bukti bahwa teknologi, jika dikelola dengan baik, bisa membawa manfaat yang luas bagi masyarakat.”

Dengan 3Kios yang terus berkembang, Khaerul telah membuktikan bahwa mimpi besar bisa dimulai dari langkah kecil. Di bawah langit Galesong yang penuh harapan, ia kini berdiri sebagai bukti bahwa keberanian, kerja keras, dan dukungan teknologi dapat mengubah arah kehidupan seseorang—dan bahkan masyarakat di sekitarnya.

Tri Membuka Peluang di Setiap Sudut Nusantara

Beni Iskandar, SVP Head of Region Sulawesi Indosat Ooredoo Hutchison, Adiyanto Adhi Kusumo, SVP Head of Marketing Circle Kalisumapa Indosat Ooredoo Hutchison, Deny Houstin Wahid, VP Head of Technology Kalisumapa Indosat Ooredoo Hutchison. (Foto: Gita/HN)

Tri, melalui Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), hadir membawa semangat perubahan. Dengan jaringan hemat dan cepat, Tri menjadi jembatan bagi masyarakat Sulawesi Selatan menuju masa depan digital yang lebih cerah.

Menurut Beni Iskandar, SVP Head of Region Sulawesi Indosat Ooredoo Hutchison, provinsi ini mencatatkan penetrasi internet sebesar 71,81%, tertinggi di Pulau Sulawesi, dengan pengguna internet aktif mencapai 48,04%. Angka ini menjadi cerminan betapa besar potensi digital masyarakatnya. Melihat peluang ini, Tri memperkuat jaringan hingga ke pelosok, termasuk kota besar seperti Makassar dan kabupaten Gowa, untuk memberdayakan seluruh lapisan masyarakat.

“Penguatan dan perluasan jaringan di Sulawesi Selatan menjadi bukti nyata komitmen kami dalam memberikan pengalaman digital kelas dunia. Kini, jaringan Tri menjangkau 94% populasi di Sulawesi Selatan, memungkinkan masyarakat menikmati konektivitas hemat dan cepat yang sesuai dengan kebutuhan mereka,” jelasnya.

Hingga September 2024, Tri telah mengoperasikan 2.128 BTS sites di Sulawesi Selatan, mencakup 2.844 desa dan 291 kecamatan. Di Makassar saja, 415 BTS sites berdiri kokoh, sementara di Gowa, yang kini mencatat pertumbuhan jaringan hingga 47% sejak 2022, sebanyak 172 BTS sites telah beroperasi, menjangkau 98% populasi kabupaten.

Keberhasilan ini tidak hanya sebatas angka, tetapi juga pada dampaknya terhadap kehidupan masyarakat. Tri bekerja sama dengan wirausaha lokal melalui program 3Kios, menciptakan peluang usaha baru di pelosok. Saat ini, terdapat 63 3Kios yang tersebar di Sulawesi Selatan, termasuk 10 di Makassar dan 14 di Gowa. Kios-kios ini tidak hanya menyediakan produk Tri, tetapi juga menjadi roda penggerak ekonomi lokal.

Bagi masyarakat, jaringan Tri adalah lebih dari sekadar konektivitas. Stabilitas sinyal yang memungkinkan panggilan WhatsApp tanpa gangguan, pengalaman bermain game yang mulus, hingga streaming tanpa hambatan, menjadikan Tri sebagai mitra utama aktivitas digital mereka. Produk seperti Perdana Happy 8,5GB seharga Rp28.000 dan Perdana Happy 14,5GB dengan harga Rp30.000 semakin memperkuat kehadiran Tri sebagai solusi hemat dan cepat.

Dengan cakupan jaringan yang terus meluas dan semangat untuk membawa perubahan, Tri membuktikan bahwa transformasi digital bukan hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang membuka peluang di setiap sudut Nusantara. Dari kota besar hingga pelosok, Tri menyatukan masyarakat Sulawesi Selatan dalam perjalanan menuju masa depan yang lebih terhubung dan inklusif.

 

 

Baca berita lainnya Harian.news di Google News