Pemadaman Karhutla Manfaatkan Air Kolam Warga, Ini Kata BNPB

Pemadaman Karhutla Manfaatkan Air Kolam Warga, Ini Kata BNPB

HARIAN.NEWS, KALSEL – Pihak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) buka suara terkait pemanfaatan air kolam milik warga untuk mendukung pemadaman api di area kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan.

Penjelasan terkait pemanfaatan air kolam untuk menangani karhutla tersebut disampaikan Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Sp Panjaitan, saat konferensi pers, menyusul adanya kekhawatiran masyarakat terkait kondisi kolam yang dimanfaatkan tersebut.

Polemik muncul pasca helikopter water boming mengambil air dari kolam ikan milik warga di Desa Cindai Alus, Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, 27 Agustus 2026 lalu.

Pemilik kolam Ahmad Jailani, sebelumnya menyebut keberatan sebab kolam ikan miliknya diambil airnya beberapa kali hingga sebagian ikan peliharaanya mati.

Dalam penjelasannya saat konferensi pers, 30 Agustus 2026. Berton mengklaim pihaknya telah berkomunikasi dengan pemilik kolam yang airnya dimanfaatkan untuk menangani pemadaman.

Menurutnya, pihaknya akan lebih mengedepankan lagi komunikasi dan koordinasi di tingkat lapangan sebelum air kolam dimanfaatkan.

“Ke depan akan mengedepankan komunikasi dan koordinasi di tingkat lapangan sebelum air kolam dimanfaatkan,” jelasnya.

Diketahui, pemanfaatan sumber air dari kolam warga berkaitan dengan operasi penanganan karhutla yang dilakukan BNPB melalui operasi darat dan udara, salah satu yang digunakan ialah metode water boming yakni pengerahan helikopter menjatuhkan air ke titik api yang tidak dapat ditangani dari darat.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Penulis : DODI BUDIANA