Pemanfaatan Limbah Bonggol Jagung, Pj Bupati Jeneponto Jajaki Kerja Sama dengan PLN Punagaya

Pemanfaatan Limbah Bonggol Jagung, Pj Bupati Jeneponto Jajaki Kerja Sama dengan PLN Punagaya

HARIAN.NEWS, JENEPONTO – PJ Bupati Jeneponto Junaedi Bakri bertemu dengan Manajer Direktur PLN Punagaya Tri Pria Nugraha guna jajaki kerja sama pemanfaatan limbah bonggol jagung di Jeneponto, untuk keperluan bahan bakar biomassa, sebagai subtitusi batubara yang menjadi pembangkit listrik yang dikelola PLN Punagaya,

Jenaedi menjelaskan, di Jeneponto ada dua industri besar, yang bergerak di penyediaan energi listrik, yang diketahui menggunakan bahan bakar batu bara, dan menggunakan bahan bakar alternatif (biomassa) yang bersumber dari kayu bakar, sekam dan bonggol jagung.

“Diketahui, di balik produksi yang tinggi tersebut tentunya menimbulkan potensi limbah yang besar pula, bahkan jika diestimasi sekitar 20% dari total produksi jagung dalam bentuk limbah bonggol,” kata Junaedi, Jumat (22/3/2024) kemarin.

Junaedi menyebutkan, ini yang kemudian Pemkab Jeneponto hendak membuat kesepahaman dengan pihak swasta tersebut agar limbah-limbah jagung tersebut bisa bernilai ekonomi.

“Bahkan saya lihat kemarin waktu kunjungan ke Parang Benrong sepanjang jalan nampak tanaman jagung, dan bonggolnya dibuang ke sungai yang mengalir, ini kan hal yang kurang bagus namun maumi diapa karena tidak memiliki nilai ekonomi” tutur edi sapaan akrab Pj Bupati.

“Pertemuan hari ini hanya bersifat silaturahmi dan penjajakan untuk membuat nota kesepahaman, semoga tidak terlalu lama, karena PLN Punagaya saja butuh di atas 100 ribu ton per tahun, akan tetapi saat ini baru terpenuhi sekitar 20 ribu ton, yang disuplay oleh orang per orang,” lanjut Junaedi.

Manajer direktur PLN Punagaya Tri Pria Nugraha mengucapkan terima kasih karena kunjungannya disambut baik oleh pj Bupati Jeneponto. Dirinya memastikan akan terus menjalin komunikasi yang baik dengan pemerintah daerah Kabupaten Jeneponto.

Seperti diketahui bersama Kabupaten Jeneponto merupakan salah satu daerah penghasil jagung di Sulawesi Selatan, tak main-main luas tanam jagung mencapai sekitar 60.165 hektar yang tersebar di 11 Kecamatan, namun karena setiap tahun para petani di Bumi Turatea ketika panen raya merasakan anjloknya harga jagung

Tentunya karena hukum pasar akibat tingginya suplay serta kadar air tinggi dimasa panen MT I. Berdasarkan data BPS tahun 2022, produksi jagung di Jeneponto mencapai 418 ribu ton memiliki andil besar terhadap suplay jagung nasional.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Penulis : ASWIN