Pemasok Asal Gowa ke Jeneponto Tarik Paksa Sapi Hibah: Kita Pinjam Uang dan Sudah Ditagih

JENEPONTO, HARIAN.NEWS – Pengadaan bantuan hibah sapi dengan anggaran Rp 1 Miliar lebih dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jeneponto, masih berpolemik.
Hingga pemasok sapi yang berasal dari Gowa lakukan upaya pengambilan paksa sapi karena merasa dirugikan lantaran dana belum diterima dari rekanan.
Namun upaya pengambilan paksa sapi tersebut menemui jalan buntu atau gagal karena belum ada persetujuan dari BPBD Jeneponto sebagai penyedia anggaran hibah.
Saenal, pemasok sapi berasal dari Gowa mengatakan di kelompok tani ternak Sipakainga I ada puluhan sapi yang diklaim belum dibayarkan.
“Karena sampai sekarang kami belum di bayarkan oleh pihak rekanan dalam hal ini Aldian,” katanya kepada harian.news di Jeneponto, Kamis (19/1/2023).
Apalagi pemasok, sambungnya mengambil sapi dengan uang dipinjam, dan sudah ditagih.
“Kita juga ditagih oleh pemilik uang,” bebernya di dusun Bonto Biraeng, Desa Bululoe Kecamatan Turatea, Kabupaten Jeneponto.
Dia mengungkapkan ada 41 ekor sapi yang diambil oleh pihak rekanan dengan harga 6,5 juta per ekor, dengan total Rp 266 juta untuk bantuan pengadaan hibah sapi di Jeneponto.
“Namun sampai detik ini belum ada titik terang untuk menyelesaikan pembayaran,” ungkapnya.
Lain halnya dengan U’din dari Jeneponto mengatakan ada 18 ekor sapinya yang belum dibayarkan dengan harga Rp 6,5 Juta perekor dan Johasang memiliki 5 ekor sapi dengan harga 5,5 juta per ekor belum juga dibayarkan oleh pihak rekanan.
Sementara Tajuddin, ketua kelompok tani ternak Sipakainga I mengatakan enggan menyerahkan sebelum ada keputusan dari PPTK BPBD Jeneponto, karena menurut dia penyedia anggaran adalah BPBD Jeneponto.
“Jadi kita tunggu (PPTK) saja dulu, karena penyedia mereka,” ungkapnya.
Dirinya siap untuk memberikan sapi ke kepemasok jika sudah ada dari pihak PPTK BPBD Jeneponto.
“Karena haknya mereka karena pihak rekanan belum membayarkan bantuan hibah pengadaan sapi ini, kami juga merasa kasihan sama pemasok sapi yang sampai saat ini belum dibayarkan oleh pihak rekanan,” kata Tajuddin yang juga kepala dusun.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
Penulis : Aswin R