Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di Sektor Kakao Jadi Fokus Learning Event Save the Children Indonesia di Sulsel

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Save the Children Indonesia menggelar Learning Event sebagai puncak program pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di sektor kakao Sulawesi Selatan. Kegiatan ini menjadi ajang berbagi pembelajaran kepada publik, pemerintah, akademisi, organisasi, hingga masyarakat luas.
Senior Director Advocacy, Campaign, Government Relations Tata Sudrajat menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas perempuan serta perlindungan anak di komunitas kakao.
Menurutnya, perempuan memiliki peran penting tidak hanya dalam rumah tangga, tetapi juga dalam mendukung ekonomi keluarga dan pembangunan di tingkat desa.
Salah satu pendekatan utama dalam program ini adalah penerapan metode Village Savings and Loan Association (VSLA), yakni kelompok simpan pinjam yang dikelola oleh perempuan.
Melalui skema ini, para ibu didorong untuk aktif menabung dan mengelola keuangan secara mandiri.
“Yang paling penting adalah menabung. Dari situ mereka bisa mengembangkan usaha dan meningkatkan ekonomi keluarga,” ujarnya di Hotel Aryaduta, Selatan (31/03/2026).
Program ini juga mendorong keterlibatan perempuan dalam berbagai aspek pembangunan desa, termasuk isu kesejahteraan dan perlindungan anak.
“Pendekatan yang digunakan tidak hanya berfokus pada kebutuhan fisik anak seperti pendidikan dan kebutuhan dasar, tetapi juga aspek kesejahteraan subjektif, seperti rasa aman dan nyaman,” bebernya.
Hal ini penting mengingat masih adanya berbagai persoalan sosial, seperti perkawinan usia anak dan keterbatasan akses layanan dasar.
Oleh karena itu, program ini turut memperkuat Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) yang didukung pemerintah desa dan organisasi masyarakat seperti PKK.
Kegiatan ini menghadirkan peserta dari berbagai wilayah intervensi program, yakni Kabupaten Luwu Utara, Luwu Timur, Bone, Wajo, dan Soppeng. Peserta terdiri dari unsur pemerintah daerah, dinas terkait, komunitas, akademisi, NGO, media, serta perwakilan donor.
Selanjutnya, Senior Manager Agriculture Ihwana Mustafa menyebutkan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah berbagi praktik baik yang telah dilakukan di wilayah program agar dapat direplikasi di daerah lain.
“Kami berharap pembelajaran ini bisa menjadi inspirasi bagi pemerintah daerah untuk mengadopsi dan memperluas dampak program di wilayah lain,” katanya.
Sejak 2020, Save the Children Indonesia bersama mitra seperti Mars Indonesia, GrowAsia, PISAgro, dan GIZ telah menjalankan berbagai program di sektor kakao.
Upaya ini juga melibatkan organisasi lokal untuk memastikan pendekatan berbasis kebutuhan masyarakat.
Hasilnya, program ini telah membentuk 110 kelompok PATBM di tingkat desa, dengan 12 di antaranya telah memiliki payung hukum melalui Peraturan Desa. Selain itu, sebanyak 71 kelompok telah mereplikasi model perlindungan anak di wilayah lain.
Di sisi ekonomi, program ini berhasil membentuk 423 kelompok VSLA di lima kabupaten dengan total simpanan mencapai lebih dari Rp15 miliar. Tidak hanya itu, lebih dari 100 kelompok usaha mikro juga telah berkembang dari inisiatif ini.
Melalui pendekatan ini, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di sektor kakao diharapkan dapat berjalan berkelanjutan, sekaligus menciptakan ekosistem yang lebih inklusif dan sejahtera di tingkat komunitas.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News