Pemkot Makassar Fokus pada Pengurangan Emisi Karbon dengan Solar Panel dan Motor Listrik

Pemkot Makassar Fokus pada Pengurangan Emisi Karbon dengan Solar Panel dan Motor Listrik

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar terus menunjukkan komitmen dalam mewujudkan kota rendah karbon (low carbon city) melalui pengadaan solar panel dan motor listrik pengangkut sampah. Langkah ini telah diakomodasi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2024 sebagai bagian dari upaya nyata mengurangi emisi karbon dan meningkatkan efisiensi energi.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Makassar, Andi Zulkifli Nanda, menjelaskan bahwa program ini telah dirancang dalam Dokumen Perencanaan Anggaran (DPA) Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

“Program pengadaan solar panel dan motor listrik telah kami masukkan ke dalam DPA masing-masing OPD. Dinas Pendidikan akan melaksanakan pengadaan solar panel, sementara Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bertugas mengelola pengadaan motor listrik pengangkut sampah,” ujar Zulkifli.

Ia menambahkan bahwa Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) telah menyiapkan dana serta rencana kegiatan, sehingga tinggal menunggu pelaksanaan di tingkat OPD.

Seribu Motor Listrik untuk Pengelolaan Sampah
Program ini sebelumnya telah diusulkan oleh Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan Pomanto, yang akrab disapa Danny Pomanto, sebelum memasuki masa cutinya. Ia mengumumkan rencana pengadaan 1.000 unit motor listrik tertutup khusus untuk mendukung pengangkutan sampah di tingkat RW.

“Pengadaan motor listrik ini bertujuan menggantikan kendaraan pengangkut sampah yang sudah tidak layak, sekaligus mendukung target penurunan emisi karbon,” ungkap Danny.

Motor listrik ini akan dialokasikan ke setiap RW di Makassar sebagai bagian dari upaya memperbaiki sistem pengelolaan sampah dan memperkuat infrastruktur pendukung kota rendah karbon.

Penghematan Energi dengan Solar Panel
Selain motor listrik, Pemerintah Kota Makassar juga mengintegrasikan kebijakan hemat energi melalui pemanfaatan energi matahari. Dinas Pendidikan diberi tanggung jawab untuk mengelola pengadaan solar panel dan menerapkannya di 250 sekolah terpilih.

Solar panel ini akan digunakan untuk kebutuhan listrik siang hari, sementara surplus energinya akan dialirkan untuk penerangan jalan umum di malam hari.

“Kami ingin memanfaatkan potensi energi terbarukan dengan memasang solar panel di sekolah-sekolah dan mendidik mereka untuk mengelola energi secara berkelanjutan,” jelas Danny.

Langkah Menuju Kota Berkelanjutan
Melalui inisiatif ini, Pemerintah Kota Makassar berharap dapat meningkatkan efisiensi energi, mempercepat transisi ke energi terbarukan, dan mengurangi jejak karbon di kota. Inisiatif ini juga menjadi bagian dari visi jangka panjang untuk menjadikan Makassar sebagai kota hijau yang berkelanjutan.

Pemerintah Kota berkomitmen memperluas penggunaan energi terbarukan serta kendaraan ramah lingkungan guna mendukung pembangunan kota yang lebih modern dan ramah lingkungan.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News