Pemkot Makassar Perkuat Sinergi dengan Muballigh Jelang Ramadan

Pemkot Makassar Perkuat Sinergi dengan Muballigh Jelang Ramadan

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, secara resmi menutup rangkaian Pembinaan Muballigh Kota Makassar Tahun 2026 Kegiatan IV.

Kegiatan ini mengusung tema Muballigh sebagai Mitra Strategis Pemerintah dalam Mewujudkan Makassar yang Unggul, Inklusif, Aman, dan Berkelanjutan”.

Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Islamic Centre IMMIM, Jalan Jenderal Sudirman No. 33 Makassar, Selasa (10/2/2026).

Dalam sambutannya, Aliyah Mustika Ilham menegaskan bahwa muballigh memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan Kota Makassar, khususnya pembangunan sumber daya manusia dan pembentukan karakter masyarakat.

Menurutnya, pembangunan sejati tidak hanya berfokus pada infrastruktur dan kebijakan administratif, tetapi juga pada pembangunan akhlak, toleransi, serta kesadaran sosial masyarakat.

“Di sinilah peran muballigh menjadi mitra strategis pemerintah. Pembangunan manusia adalah fondasi utama kemajuan kota,” ujar Aliyah.

Ia menambahkan, Makassar yang unggul tidak semata diukur dari pertumbuhan fisik dan ekonomi, melainkan dari kualitas moral, etika, serta karakter masyarakatnya.

Sementara kota yang inklusif adalah kota yang mampu merangkul seluruh lapisan masyarakat, bebas dari diskriminasi, aman dari konflik sosial, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Sebagai Ketua BKMT Kota Makassar, Aliyah juga mengajak para muballigh untuk terus mengembangkan dakwah yang sejuk, moderat, mencerahkan, dan solutif di tengah dinamika sosial yang semakin kompleks.

“Dakwah harus menjadi cahaya, bukan api. Menjadi peneduh, bukan pemicu konflik. Dakwah yang paling efektif bukan hanya dari mimbar, tetapi dari keteladanan,” tegasnya.

Menghadapi tantangan globalisasi dan pesatnya perkembangan media sosial, ia menilai para muballigh terutama generasi muda perlu terus meningkatkan kapasitas, wawasan, serta metode dakwah agar pesan keislaman tetap relevan dan menyentuh realitas kehidupan masyarakat.

Aliyah juga mendorong penguatan sinergi berkelanjutan antara pemerintah dan muballigh dalam berbagai program pembinaan umat, penguatan moderasi beragama, pencegahan konflik sosial, pembinaan generasi muda, hingga penguatan ketahanan keluarga.

“Jika muballigh dan pemerintah berjalan bersama, pesan pembangunan akan sampai ke hati masyarakat, bukan hanya ke telinga,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, ia turut mengusulkan pemberian apresiasi kepada muballigh terbaik serta mendorong peningkatan partisipasi muballigh perempuan.

Ia juga mengajak para muballigh untuk lebih aktif menyentuh persoalan sosial dan isu kemanusiaan melalui pendekatan dakwah yang empatik dan membumi.

Menjelang bulan suci Ramadan, Aliyah menegaskan peran muballigh sebagai penyejuk, pemersatu umat, sekaligus penyampai doa bagi para pemimpin dan masyarakat.

“Yang kami harapkan adalah doa. Karena kekuatan doa itulah yang melindungi kita semua,” ucapnya.

Mengakhiri sambutannya, Aliyah Mustika Ilham secara resmi menutup kegiatan Pembinaan Muballigh Kota Makassar Tahun 2026 serta menyampaikan ucapan selamat menyambut bulan suci Ramadan.

“Semoga kegiatan ini bernilai ibadah di sisi Allah SWT dan membawa manfaat bagi umat serta Kota Makassar,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Kota Makassar, Mohammad Syarief, melaporkan bahwa pembinaan muballigh tahun 2026 dilaksanakan dalam empat kegiatan dengan total peserta mencapai 600 orang.

“Setiap kegiatan diikuti sekitar 150 peserta, sehingga total mencapai 600 muballigh dan muballighah se-Kota Makassar. Pembinaan ini dirancang sebagai bekal menghadapi Ramadan agar para muballigh semakin siap secara keilmuan, wawasan kebangsaan, dan pendekatan dakwah yang menyejukkan,” jelasnya.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut menghadirkan narasumber lintas unsur, mulai dari Forkopimda, alim ulama, hingga tokoh-tokoh keagamaan, sebagai upaya memperkuat sinergi antara muballigh dan pemerintah.

Kegiatan ini turut dihadiri Kabag Kesra Kota Makassar Mohammad Syarief, Kepala Staf Kodim 1408/Makassar Letkol Inf Wahyu Yunus, DPP IMMIM Dr. KH. Amirullah Amri, Ketua Yayasan Dana Islamic Center Dr. Hj. Nur Fadli Fadeli Luran, Wakil Ketua DPW Muhammadiyah Sulawesi Selatan KH. Sudirman, Ketua Baznas Kota Makassar Dr. H. M. Azhar Tamanggong, serta para muballigh dan muballighah se-Kota Makassar.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News