Pencipta Mars Perpustakaan Musisi Balada Indonesia Ferry Curtis, Kawal Lomba Paduan Suara Nasional, Sambut HUT ke-46 Perpusnas
HARIAN.NEWS, JAKARTA – Musisi sekaligus pencipta lagu “Mars Perpustakaan”, Ferry Curtis, dipercaya menjadi juri kehormatan dari 6-juri dalam Lomba Paduan Suara Mars Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) yang digelar di Ruang Teater Perpusnas, Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Ferry Curtis bersama lima dewan juri lainnya yakni Rudi Hernanda sebagai ketua, Agus Supriana, Elsa Tuasama, Vincentia Dyah Kusumangtyas dan Dwi Astuti.
Tim juri menilai 17-peserta, 2-peserta diantaranya dari Perustakaan Bung Hatta di Bukittinggi Sumatra Barat dan Perpustakaan Bung Karno di Blitar Jawa Timur yang dilakukan secara daring.
Sementara peserta lainnya adalah dari unit kerja di lingkungan kerja Perpusnas Jakarta, plus peserta eksebisi dari Darma Wanita Perpusnas.
Ajang ini menjadi salah satu rangkaian Pencipta Mars Perpustakaan Ferry Curtis Kawal Lomba Paduan Suara Nasional, Sambut HUT ke-46 Perpusnas
Kompetisi ini mengusung tema “Merawat Pustaka, Memartabatkan Bangsa” sebagai bentuk penguatan budaya literasi nasional.
Musikus kelahiran Purwakarta tersebut tiba di Jakarta pada Selasa malam dan langsung menjalani agenda penjurian sejak Rabu pagi hingga menjelang malam hari. Kehadirannya sebagai pencipta lagu resmi Mars Perpustakaan memberikan nilai simbolis tersendiri dalam kompetisi tersebut.

Peserta lomba paduan suara di Perpusnas, Rabu (13/5). (Dok. Perp)
Lagu “Mars Perpustakaan” ciptaan Ferry Curtis sendiri kini telah menjadi lagu resmi yang diputar di perpustakaan-perpustakaan di seluruh Indonesia. Lagu ini ditetapkan melalui Keputusan Kepala Perpusnas Nomor 265 Tahun 2025 dan wajib digunakan dalam berbagai kegiatan seremonial kedinasan.
Menurut Ferry, pesan utama dalam mars tersebut bukan sekadar seremonial, melainkan ajakan kuat kepada masyarakat untuk menjadikan perpustakaan sebagai pusat pembelajaran dan pembangunan karakter bangsa.
“Isi dari lagu ini lebih menekankan manfaat perpustakaan, bagaimana bangsa yang bermartabat adalah bangsa yang gemar membaca, berbudipekerti unggul, mampu menjaga budaya dan intergritas pengetahuannya demi kemajuan bangsa.” ujar Ferry.
Ia menambahkan, kesempatan menciptakan Mars Perpustakaan merupakan kehormatan besar dalam perjalanan kariernya, karena melalui karya musik tersebut dirinya merasa dapat berkontribusi langsung dalam visi mencerdaskan kehidupan bangsa.
“Bagi saya ini bukan sekadar menciptakan lagu, tetapi sebuah tanggung jawab moral untuk ikut menumbuhkan semangat literasi masyarakat Indonesia. Saya bangga dan berterima kasih atas kepercayaan besar dari Perpusnas RI,” ungkapnya.
Ferry berharap Mars Perpustakaan dapat terus dikenal luas dan menjadi simbol pemantik gerakan literasi nasional yang mampu membangun generasi masa depan yang cerdas, berbudaya, dan berdaya saing.
“Saya berharap lagu ini dapat terus menggema, tumbuh dan mengakar bukan hanya di lingkungan perpustakaan, tetapi juga di hati dan perilaku masyarakat Indonesia. Semoga semangat membaca, belajar, dan menjaga peradaban bangsa semakin kuat ke depan,” tambahnya.
Foto bersama Kepala Perpusnas dan Dewan Juri, Rabu (13/4). (Dok. Perp)
Sementara itu, Kepala Perpusnas RI Prof. Aminudin Aziz dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Ferry Curtis atas kontribusi besar melalui karya yang dinilai mampu merepresentasikan visi Perpusnas dalam membangun budaya baca nasional.
Ia menegaskan bahwa lomba paduan suara ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana memperkuat semangat literasi, kreativitas, serta kebersamaan antar pegawai dan masyarakat.
“Perpustakaan memiliki peran strategis dalam membangun bangsa melalui pengetahuan. Mars Perpustakaan menjadi simbol semangat itu,” ujar Aminudin.
Selain lomba paduan suara, HUT ke-46 Perpusnas RI juga diramaikan dengan berbagai kegiatan lain seperti olahraga, webinar nasional, pameran sejarah Perpusnas, stand-up comedy, lomba khutbah, hingga Literasi Run.
Melalui seluruh rangkaian kegiatan tersebut, Perpusnas RI menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat pengetahuan, budaya, dan pembangunan peradaban bangsa. utama perayaan Hari Ulang Tahun ke-46 Perpusnas RI.
Kompetisi ini mengusung tema “Merawat Pustaka, Memartabatkan Bangsa” sebagai bentuk penguatan budaya literasi nasional.
Musikus kelahiran Wanayasa Purwakarta tersebut tiba di Jakarta pada Selasa malam dan langsung menjalani agenda penjurian sejak Rabu pagi hingga malam hari. Kehadirannya sebagai pencipta lagu resmi Mars Perpustakaan memberikan nilai simbolis tersendiri dalam kompetisi tersebut.
Lagu “Mars Perpustakaan” ciptaan Ferry Curtis sendiri kini telah menjadi lagu resmi yang diputar di perpustakaan-perpustakaan di seluruh Indonesia. Lagu ini ditetapkan melalui Keputusan Kepala Perpusnas Nomor 265 Tahun 2025 dan wajib digunakan dalam berbagai kegiatan seremonial kedinasan.
Menurut Ferry, pesan utama dalam mars tersebut bukan sekadar seremonial, melainkan ajakan kuat kepada masyarakat untuk menjadikan perpustakaan sebagai pusat pembelajaran dan pembangunan karakter bangsa.
“Isi dari lagu ini lebih menekankan manfaat perpustakaan, bagaimana bangsa yang bermartabat adalah bangsa yang gemar membaca serta menjaga budaya dan pengetahuannya,” ujar Ferry.
Ia menambahkan, kesempatan menciptakan Mars Perpustakaan merupakan kehormatan besar dalam perjalanan kariernya, karena melalui karya musik tersebut dirinya merasa dapat berkontribusi langsung dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
“Bagi saya ini bukan sekadar menciptakan lagu, tetapi sebuah tanggung jawab moral untuk ikut menumbuhkan semangat literasi masyarakat Indonesia. Saya bangga dan berterima kasih atas kepercayaan besar dari Perpusnas RI,” ungkapnya.
Ferry berharap Mars Perpustakaan dapat terus dikenal luas dan menjadi simbol gerakan literasi nasional yang mampu membangun generasi masa depan yang cerdas, berbudaya, dan berdaya saing.
“Saya berharap lagu ini terus menggema, bukan hanya di lingkungan perpustakaan, tetapi juga di hati masyarakat Indonesia. Semoga semangat membaca, belajar, dan menjaga peradaban bangsa semakin kuat ke depan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Perpusnas RI Prof. Aminudin Aziz dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Ferry Curtis atas kontribusi besar melalui karya yang dinilai mampu merepresentasikan visi Perpusnas dalam membangun budaya baca nasional.
Ia menegaskan bahwa lomba paduan suara ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana memperkuat semangat literasi, kreativitas, serta kebersamaan antarpegawai dan masyarakat.
“Perpustakaan memiliki peran strategis dalam membangun bangsa melalui pengetahuan. Mars Perpustakaan menjadi simbol semangat itu,” ujar Aminudin.
Selain lomba paduan suara, HUT ke-46 Perpusnas RI juga diramaikan dengan berbagai kegiatan lain seperti olahraga, webinar nasional, pameran sejarah Perpusnas, stand-up comedy, lomba khutbah, hingga Literasi Run.
Melalui seluruh rangkaian kegiatan tersebut, Perpusnas RI menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat pengetahuan, budaya, dan pembangunan peradaban bangsa.
(HSN)
Baca berita lainnya Harian.news di Google News