Pengukuhan 2 Guru Besar Unibos Angkat Isu UMKM Digital dan Problematika Sosial Perkotaan

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Universitas Bosowa melalui Sidang Terbuka Senat kembali melakukan pengukuhan profesor yang berlangsung di Gedung Balai Sidang 45, Selasa (31/3/2026).
Acara ini dihadiri sejumlah tokoh penting, termasuk Kepala LLDIKTI Wilayah IX, pimpinan yayasan, senat universitas, serta sivitas akademika.
Dalam kesempatan tersebut, Hasanuddin Remmang resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar Ilmu Ekonomi Pembangunan dengan kepakaran kewirausahaan.
Melalui orasi ilmiahnya berjudul “Teknologi Kewirausahaan di Era Bisnis Digital Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Industri Sutra: Peran Ekosistem dan Kolaborasi,” ia menegaskan pentingnya transformasi digital dalam meningkatkan daya saing UMKM di tengah dinamika ekonomi global.
“Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan terhadap strategi pengembangan UMKM, termasuk industri sutra yang selama ini identik dengan proses tradisional,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa kolaborasi antar pelaku usaha, pemerintah, dan akademisi menjadi kunci dalam membangun ekosistem kewirausahaan yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat identitas produk berbasis budaya lokal.
Ia mengungkapkan bahwa UMKM memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional dengan kontribusi sekitar 61 persen terhadap PDB dan menyerap lebih dari 97 persen tenaga kerja.
Namun demikian, tingkat adopsi teknologi digital masih tergolong rendah sehingga diperlukan penguatan ekosistem yang lebih komprehensif.
Selain itu, Iskandar turut dikukuhkan sebagai Guru Besar Ilmu Sosiologi dengan kepakaran Sosiologi Pembangunan dan Perubahan Sosial.
Dalam orasi ilmiahnya berjudul “Pembangunan, Perubahan Sosial dan Masalah Sosial Perkotaan,” ia menyoroti bahwa pembangunan tidak hanya menghadirkan kemajuan, tetapi juga memunculkan berbagai persoalan sosial yang kompleks, khususnya di wilayah perkotaan seperti Makassar.
Ia menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi dan modernisasi kerap berjalan beriringan dengan munculnya ketimpangan sosial, yang tidak terlepas dari dinamika urbanisasi serta keterbatasan akses masyarakat terhadap pekerjaan, pendidikan, dan layanan sosial.
“Masalah sosial perkotaan merupakan cerminan ketimpangan struktural dan eksklusi sosial yang membutuhkan kebijakan lebih adaptif dan berkeadilan,” jelasnya.
Pengukuhan ini tidak hanya menjadi pencapaian akademik, tetapi juga mempertegas komitmen Universitas Bosowa dalam menghadirkan sumber daya manusia unggul serta memperkuat riset di bidang kewirausahaan digital dan pembangunan sosial.
Dengan bertambahnya guru besar di bidang strategis, universitas ini semakin memperkuat posisinya sebagai institusi pendidikan tinggi yang adaptif dan berdaya saing di tingkat nasional maupun global.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News