Pengurus NU Srumbung dan Warga Sweeping Alat Berat di Lokasi Tambang Galian C Ilegal
MAGELANG, HARIAN.NEWS – Merasa aksi mereka tak didengar oleh pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi, Pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Srumbung bersama ribuan warga Srumbung kembali menggelar aksi doa bersama di lokasi tambang galian C yang ditengarai ilegal itu.
Aksi sweeping kali ini dilakukan di daerah Kali Ireng, Desa Ngablak, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, Jateng.
“Karena aksi pertama kami pada Jumat, 3 Februari lalu belum maksimal dan belum diindahkan oleh para penambang, membuat kami turun yang kali kedua ini,” ujar salah seorang Pengurus MWC NU Srumbung, Sutoyo kepada harian.news di Desa Ngablak.
Menurut Sutoyo, aksi kedua yang pihaknya gelar pada Jumat, 10 Februari 2023 tersebut tidak digelar orasi seperti pada saat aksi pertama. Namun pihaknya bersama ribuan warga lebih difokuskan pada sweeping kegiatan penambangan dan alat berat.
Sasaran yang dilakukan sweeping ini kawasan penambangan ilegal di Kali Ireng, Desa Ngablak. Alhasil, kedatangan ribuan jamaah di daerah tersebut telah didapati tiga unit alat berat eksavator. Alat ini diduga kuat digunakan melakukan penambangan galian C secara ilegal di Kali Ireng.
“Tiga alat berat yang ditemukan di Kali Ireng, tidak diketahui milik siapa dan perusahaan apa. Lagi pula, saat kami datang operator alat berat sudah tidak ada,” kata pengurus MWC NU Srumbung ini.
Sementara itu, sejumlah warga Srumbung mendukung aksi protes tambang galian C yang menggunakan alat berat beroperasi di Srumbung. Pasalnya, keberadaan tambang tersebut merusak jalan umum akibat dilewati truk pengangkut material galian C.

Pengurus MWC NU Srumbung, Sutoyo saat wawancara dengan harian.news. (ft. Mohis/HN)
Selain mengakibatkan kerusakan jalan, debu dan kebisingan juga mengganggu ketertiban umum. Karena truk-truk yang lalu-lalang itu melewati pemukiman penduduk.
“Yang lebih parah, Srumbung dan sekitarnya sudah mulai krisis air. Sejumlah sumber air yang sebelum ada aktifitas penambangan masih melimpah air, kini mulai krisis. Sejumlah sungai mulai kering meski musim penghujan,” kata sejumlah warga Srumbung saat berbincang dengan harian.news, Senin, 13 Februari 2023 pagi. (Mohis)
Baca berita lainnya Harian.news di Google News