Logo Harian.news

Oleh: IGA KUMARIMURTI DIWIA

Penjara Baru Anak

Editor : Rasdianah Jumat, 22 Maret 2024 13:22
ilustrasi. Foto: istock
ilustrasi. Foto: istock

Pemred harian.news, IGA Kumarimurti Diwia. Foto: dok

HARIAN.NEWS – Setiap orang tua berusaha untuk memberi kualitas pendidikan yang baik pada anak. Berbagai cara dilakukan, seperti mengikutkan anak bimbel agar dapat menguasai semua pelajaran. Les akademik sampai baca tulis Quran, baik daring ataupun luring.

Baca Juga : BI Sulsel Gelar World Book Day 2024, Hadirkan Penulis Buku Natasha Rizky

Belum lagi ikut kegiatan ekstrakurikuler untuk mengasah kemampuan non akademik. Tidak jarang anak kecapaian sepulang sekolah namun harus lanjut mengikuti les. Tidak peduli apakah si anak suka atau tidak.

Ada yang tak terbantahkan dalam proses belajar melibatkan anak. Kedisiplinan yang kebablasan hingga tingkat dewa. Hal penting telah dilupakan orang tua, tanpa sadar membuat “penjara baru” bagi anak.

Menumbuhkan Minat Baca

Setiap hari anak dicekoki berbagai bacaan dan pelajaran tambahan. Kita seakan ingin mencetak anak menjadi apa yang kita inginkan. Lupa memikirkan anak seperti apa yang kita siapkan.

Baca Juga : Komunitas Guru Literat Parangloe Gelar FLASH ke Sekolah-Sekolah

Bukan berarti ini sebuah pembenaran menjadikan anak malas belajar.

Mengapa Albert Einstein, Leonardo Da Vinci, dan Thomas Alfa Edison begitu jenius? Jawabannya sederhana, bukan karena mereka ikut les ke sana ke mari, namun mereka mencintai belajar sejak usia dini. Mereka tekun. Suka membaca banyak buku dan selalu haus akan ilmu pengetahuan. Tanpa perlu dicekoki dengan berbagai kegiatan “belajar” tambahan.

Apakah bimbel, kursus, les dll itu telah membuat anak kita jadi menyukai belajar? Atau jangan-jangan kita sebagai orang tua hanya membangun penjara baru. Tidak peduli berapa uang yang dikeluarkan untuk membayar kursus dsb. Semua kita korbankan atas nama masa depan anak .

Baca Juga : Inovasi “Halte Literasi” SDN Rappocini Raih Penghargaan IMA 2023 dari Pemkot Makassar

Pikirkanlah, mulai sekarang tanamkan pada anak manfaat membaca dengan cara menyenangkan tanpa memaksa, tumbuhkan dengan berbagai metode agar minat baca anak meningkat dan membuat anak terbiasa.

Manfaat membaca buku, menurut ’Aidh bin Abdullah al-Qarn, ketika sibuk membaca, seseorang terhalang masuk dalam kebodohan.

Seseorang bisa mengembangkan keluwesan dan kefasihan dalam bertutur kata, serta membantu mengembangkan pemikiran dan menjernihkan cara berpikir. Dan dapat meningkatkan pengetahuan, mengambil manfaat dari pengalaman orang lain, seperti mencontoh kearifan orang bijaksana dan kecerdasan orang-orang berilmu. Serta dapat mengembangkan kemampuan merespons ilmu pengetahuan maupun untuk mempelajari disiplin ilmu dan aplikasinya dalam hidup.

Baca Juga : Tingkatkan Minat Baca Dengan Kolaborasi Literasi di Desa Moncobalang

Keyakinan seseorang akan bertambah ketika dia membaca buku-buku bermanfaat, terutama karya-karya yang ditulis oleh penulis-penulis berkualitas serta mumpuni. Buku itu adalah penceramah terbaik dan mempunyai pengaruh kuat untuk menuntun seseorang menuju kebaikan, menjauhkan dari kejahatan. Menyegarkan pikiran dari keruwetan sehingga  menyelamatkan waktunya agar tidak sia-sia.

Bisa menguasai banyak kata dan mempelajari berbagai model kalimat, lebih lanjut lagi, Ia bisa meningkatkan kemampuan untuk menyerap konsep, memahami apa yang tertulis “di antara baris demi baris”, memaknai apa yang tersirat. Bacalah 10 buku, bacalah 50 buku begitulah seterusnya. Semakin banyak dan terbiasa, semakin terasa ilmu berkurang.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@harian.news atau Whatsapp 081243114943
Penulis : IGA K

Follow Social Media Kami

KomentarAnda