Logo Harian.news

Perempuan Migran Jadi Fokus Perayaan Hari Kartini: OJK, BI, dan KP2MI Dorong Literasi Keuangan Demi Masa Depan Sejahtera

Editor : Redaksi II Senin, 21 April 2025 17:13
Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), dan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) menyelenggarakan kegiatan edukasi keuangan. (Foto: OJK)
Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), dan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) menyelenggarakan kegiatan edukasi keuangan. (Foto: OJK)

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Dalam semangat memperingati Hari Kartini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), dan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) menyelenggarakan kegiatan edukasi keuangan bertajuk “Perempuan Berdaya dan Cerdas Finansial Menyongsong Masa Depan Sejahtera”.

Acara ini ditujukan secara khusus bagi para perempuan Pekerja Migran Indonesia (PMI), yang diikuti sekitar 1.000 peserta dan berlangsung di Gedung Dhanapala, Kementerian Keuangan RI, Jakarta, Senin (21/4).

Acara ini menyoroti pentingnya peran perempuan dalam perekonomian keluarga dan negara. Berdasarkan data KP2MI dalam lima tahun terakhir (2021–2025), sebanyak 66,3 persen atau 624.908 PMI adalah perempuan.

Baca Juga : OJK dan FKIJK Sulselbar Gelar Donor Darah, Himpun 140 Kantong untuk Kebutuhan Ramadan

Oleh karena itu, peningkatan literasi keuangan menjadi langkah strategis untuk memperkuat daya tahan ekonomi perempuan migran, mencegah risiko penipuan, dan mempersiapkan masa depan yang lebih mapan.

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Abdul Kadir Karding, mengingatkan pentingnya edukasi ini sebagai bekal utama para PMI dalam mengelola penghasilan mereka.

“Manfaatkan kesempatan ini untuk belajar mengatur keuangan dan memilih investasi yang tepat, agar hasil kerja keras di luar negeri membawa manfaat jangka panjang bagi keluarga,” katanya.

Baca Juga : NGOBRAS Awal Tahun, OJK dan FKIJK Sulselbar Matangkan Program Kerja 2026

Sementara itu, Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, menekankan pentingnya peran strategis perempuan PMI dalam menopang perekonomian, baik melalui kerja langsung maupun remitansi. Ia juga mengingatkan ancaman penipuan digital yang kian marak di era digitalisasi keuangan. “Dalam semangat Kartini, kami ingin perempuan makin berdaya secara finansial dan mampu melindungi diri dari risiko keuangan,” ujar Destry.

Kepala Eksekutif OJK, Friderica Widyasari Dewi, menegaskan bahwa literasi keuangan adalah kunci kemandirian perempuan.

“Ibu-ibu PMI ini pahlawan devisa. Jangan sampai pulang dari luar negeri tanpa tabungan. Dengan pengelolaan keuangan yang cerdas, mereka bisa memulai usaha sendiri atau mengembangkan bisnis keluarga,” jelas Friderica, sembari mengingatkan untuk waspada terhadap berbagai skema penipuan.

Baca Juga : Ribuan Pinjol Ilegal Ditutup Sepanjang 2025, OJK Minta Masyarakat Lebih Waspada

Turut hadir dalam kegiatan ini sejumlah tokoh perempuan dari Komisi XI DPR RI seperti Puteri Anetta K., Annisa Mahesa, Julie Sutrisno Laiskodat, Anna Mu’awanah, Anis Byarwati, dan Andi Yuliani Paris.

Para peserta juga dibekali edukasi tentang tabungan emas Pegadaian, layanan remitansi dan QRIS, serta sesi berbagi inspirasi dari para PMI perempuan yang sukses berdaya secara ekonomi. Sebagai bentuk apresiasi, 11 tenaga pengajar dari KP2MI dan BP3MI juga dikukuhkan sebagai Duta Literasi Keuangan oleh OJK dan BI.

 

Baca Juga : OJK Gencarkan Edukasi Keuangan untuk Petani Kakao di Luwu Timur

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]

Follow Social Media Kami

Tag : OJK
KomentarAnda