Perempuan Wajib Nonton! Film Penerbangan Terakhir Angkat Isu Love Bombing dan Manipulatif

Perempuan Wajib Nonton! Film Penerbangan Terakhir Angkat Isu Love Bombing dan Manipulatif

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Penayangan film “Penerbangan Terakhir” di Bioskop XXI Panakkukang, Makassar, mendapat sambutan meriah dari para penonton.

Sejak penayangan perdana, film ini menarik perhatian karena mengangkat isu sensitif seputar skandal penerbangan dan relasi manipulatif yang jarang diangkat ke layar lebar.

Film ini dibintangi Jerome Kurnia sebagai Kapten Deva Angkasa, Nadya Arina sebagai Tiara, serta Aghniny Haque sebagai Nadia.

Cerita berfokus pada sosok Kapten Deva, seorang pilot dengan pesona kuat yang digambarkan karismatik, percaya diri, dan tampak sempurna di mata banyak orang.

Namun di balik citra tersebut, Kapten Deva menyimpan sisi gelap. Ia digambarkan sebagai predator emosional yang menjalankan pola manipulasi love bombing.

Pola ini sebuah strategi relasi yang ditandai dengan janji manis, perhatian berlebihan, dan rayuan yang berujung pada kontrol psikologis terhadap korbannya.

Dengan memanfaatkan status, ketampanan, dan kekuasaannya, Deva menjerat sejumlah pramugari di maskapai tempatnya bekerja.

Ia mengikat para korban melalui permainan emosi yang kompleks, mulai dari janji masa depan, tekanan, hingga ancaman terselubung.

Praktik tersebut memicu skandal besar yang mengguncang dunia penerbangan, baik di balik kokpit maupun kabin pesawat.

Salah satu korban yang menjadi fokus cerita adalah Tiara, seorang pramugari yang diperankan Nadya Arina.

Tiara terjebak dalam hubungan problematik dengan Deva, tanpa menyadari bahwa relasi yang ia jalani dibangun di atas manipulasi dan ketimpangan kuasa.

Saat menghadiri penayangan perdana film tersebut di Makassar, Jerome Kurnia menyampaikan bahwa film ini diharapkan dapat membuka mata penonton tentang bahaya manipulasi emosional.

Menurutnya, karakter Deva menunjukkan bagaimana omongan manis dan janji berlebihan bisa menjadi alat untuk menipu dan mengendalikan orang lain.

“Lewat film ini, kita jadi tahu topeng manipulasi itu seperti apa. Harus lebih hati-hati, jangan gampang percaya, apalagi soal uang dan janji. Banyak love bombing yang seolah-olah bisa memberi segalanya, padahal ternyata bohong,” ujar Jerome.

Sementara itu, Nadya Arina mengatakan film “Penerbangan Terakhir” penting ditonton, khususnya oleh perempuan.

Ia menilai kisah Tiara bisa menjadi pelajaran tentang cinta yang tidak sehat dan pentingnya kesadaran diri dalam sebuah hubungan.

“Film ini bisa jadi pembelajaran, terutama buat perempuan yang masih awam soal cinta dan manipulasi. Ketika itu sudah terjadi, kita harus berani menyadari dan melindungi diri sendiri,” kata Nadya.

 

Baca berita lainnya Harian.news di Google News