Petang yang Berubah Duka, Anak 10 Tahun Tenggelam di Kanal Makassar

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Peristiwa tragis menimpa seorang anak di Kota Makassar. Seorang bocah laki-laki berusia 10 tahun dilaporkan tenggelam di kawasan kanal atau gorong-gorong Jalan Nuraksa, Kelurahan Paccerakang, Kecamatan Biringkanaya, Rabu (21/1/2026) sore.
Korban diketahui bernama Jaiz Mahdiang (10), seorang pelajar yang berdomisili di Jalan Nuraksa 2, Kelurahan Paccerakang. Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 15.30 WITA, saat korban bermain bersama teman-teman sebayanya di sekitar gorong-gorong sambil menunggu orang tua pulang ke rumah.
Berdasarkan informasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, korban diduga terjatuh ke dalam lubang gorong-gorong dan terseret arus air yang cukup deras, dipicu kondisi cuaca mendung yang menyebabkan debit air meningkat.
Mendapat laporan kejadian tersebut, BPBD Kota Makassar segera berkoordinasi dan menerjunkan tim gabungan yang terdiri dari Damkarmat, TNI, Polri, serta dibantu masyarakat setempat untuk melakukan pencarian di sepanjang gorong-gorong dan aliran kanal.
Upaya pencarian membuahkan hasil. Sekitar pukul 17.40 WITA, korban berhasil ditemukan oleh tim gabungan dalam kondisi meninggal dunia (MD). Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi dan langsung diserahkan kepada pihak keluarga di rumah duka. Tidak dilakukan penanganan medis lanjutan.
BPBD menyebutkan, selama proses pencarian tidak ditemukan kendala berarti di lapangan. Akses menuju lokasi kejadian dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Kepala BPBD Kota Makassar, Muh Fadli menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa tersebut sekaligus mengingatkan masyarakat agar lebih waspada.
“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban. Proses pencarian dilakukan secara cepat melalui sinergi BPBD, Damkarmat, TNI, Polri, serta dukungan masyarakat setempat hingga korban berhasil ditemukan. Kami mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, untuk lebih waspada dan meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama di sekitar saluran air dan gorong-gorong saat cuaca tidak menentu,” ujarnya.
BPBD Kota Makassar kembali mengimbau masyarakat untuk menghindari aktivitas di sekitar kanal, gorong-gorong, dan saluran air, terutama bagi anak-anak, guna mencegah terulangnya kejadian serupa.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News