PIKIR 2022: dari Kolaborasi Perguruan Tinggi dan Pelatihan Dosen

PIKIR 2022: dari Kolaborasi Perguruan Tinggi dan Pelatihan Dosen

MAKASSAR, HARIAN.NEWS – Pekan Ilmiah, Kreativitas, Inovasi, dan Riset yang disingkat PIKIR adalah ajang kerjasama dan kolaborasi perguruan tinggi, yang dihelat sejak 19 Desember 2022 dan direncanakan berakhir di 31 Desember 2022.

Pelaksanaan PIKIR ada buah dari inisiasi Ketua STIA Abdul Haris, Ismail Suardi Wekke bekerjasama dengan STKIP Muhammadiyah Barru. Dalam PIKIR bukan hanya kolaborasi antar kampus tetapi ada pengabdian masyarakat, juga magang.

Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa kegiatan ini menjadi pemuncak acara di tahun 2022. Dimana sejak Juni 2022 memegang tampuk kepemimpinan sebagai Ketua STIA Abdul Haris, Ismail juga mengemban amanah sebagai Sekretaris Dewan Pendidikan Kabupaten Maros.

Setelah pembukaan, Senin, 19 Desember 2022, diadakan kuliah umum dengan narasumber Dr. Mohd Shamsuri Md Saad, dosen di Universiti Teknikal Malaysia Melaka.

Dr. Andi Fiptar Abdi Alam, M.Si., Ketua STKIP Muhammadiyah Barru menyatakan bahwa kegiatan PIKIR ini merupakan aktivitas simultan untuk memberikan penguatan bagi persiapan transformasi STKIP Muhammadiyah Barru menjadi Universitas Muhammadiyah Barru.

“Sebuah peluang untuk menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi, tidak saja di Indonesia tetapi juga dari lintas negara,” kata Andi Fiptar.

Ismail Suardi Wekke menjelaskan tentang PIKIR sebagai kesempatan untuk melihat kembali apa yang telah dilakukan selama 2022. Kemudian dalam kesempatan yang sama melihat dan menata apa yang akan dilaksanakan untuk tahun mendatang 2023.

Pelaksanaan PIKIR akan beragam aktivitas. Diantaranya diskusi, kuliah umum, pengabdian masyarakat, pelatihan bagi mahasiswa, kewirausahaan bagi mahasiswa, kegiatan akademik non perkuliahan, persiapan karir dan studi lanjut bagi mahasiswa, pelatihan kompetensi dosen, dan workshop bagi editor jurnal.

Kesemuanya, akan terangkum dalam satu aktivitas PIKIR yang tidak saja dilaksanakan secara nasional tetapi juga mengundang kalangan antar bangsa. Diantaranya Malaysia, Turki, Jepang, Thailand, Filipina, dan Oman.

“Kegiatan ini sebagai refleksi dan juga perencanaan untuk tahun mendatang. Sehingga konsorsium perguruan tinggi yang sudah terbangun sebelum dalam nama Higher Education Consortium for Maros Research and Development, kemudian dinamakan Indonesia Universities Consortium on Social-Religious Studies (IUCSRS) sebagai perluasan kerjasama yang tidak saja di perguruan tinggi Maros” jelas Ismail.

Ismail menutup informasi bahwa tetap saja sekretariat konsorsium sebagaiman sebelumnya berada di Dewan Pendidikan Kabupaten Maros.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News