PKB Ingatkan: Kepuasan Publik Bukan Zona Nyaman

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Setahun kepemimpinan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham mencatat angka kepuasan publik sebesar 80,1 persen berdasarkan survei Parameter Publik Indonesia (PPI).
Angka ini tergolong tinggi. Namun, bagi sebagian kalangan politik, 80 persen bukan sekadar angka pujian melainkan beban ekspektasi yang tak ringan.
Ketua Fraksi PKB DPRD Makassar, Andi Makmur Burhanuddin, mengapresiasi capaian tersebut. Ia menilai kepercayaan publik di tahun pertama adalah sinyal kuat bahwa masyarakat merasakan kerja nyata pemerintah.
“Ini indikator positif. Tapi yang lebih penting adalah bagaimana mempertahankan dan meningkatkan kualitas pelayanan di tahun berikutnya,” ujarnya, Kamia (19/2/2026).
Menurutnya, tahun pertama adalah fase membangun persepsi dan fondasi. Tahun kedua akan menjadi fase pembuktian konsistensi.
Dalam dinamika pemerintahan, angka kepuasan sering kali naik di awal masa jabatan. Tantangan sebenarnya adalah menjaga stabilitas kinerja ketika program mulai masuk tahap eksekusi penuh, anggaran berjalan optimal, dan tekanan publik meningkat.
Andi Makmur menegaskan Fraksi PKB siap berkolaborasi, tetapi juga akan tetap menjalankan fungsi kontrol secara tegas dan proporsional.
“Kolaborasi iya, tapi pengawasan tetap jalan. Kami ingin capaian ini bukan sekadar angka survei, melainkan benar-benar terasa dalam pelayanan dan kesejahteraan warga,” tegasnya.
Ia mengingatkan, dukungan publik sebesar 80,1 persen adalah modal politik besar. Namun tanpa konsistensi, angka itu bisa berubah cepat.
“Kepercayaan publik mahal harganya. Sekali turun, sulit untuk kembali. Tahun kedua adalah ujian sesungguhnya,” pungkasnya.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News