PLN Optimalkan Pembangkit dan Percepat Perbaikan PLTU Jeneponto

PLN Optimalkan Pembangkit dan Percepat Perbaikan PLTU Jeneponto

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – PT PLN (Persero) menempuh berbagai langkah percepatan untuk memulihkan keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan listrik pada Sistem Kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel).

Upaya tersebut dilakukan menyusul penurunan daya mampu sejumlah pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dan pembangkit listrik tenaga minihidro (PLTM), yang dipengaruhi kondisi hidrologi akibat fenomena El Nino.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar), Edyansyah, mengatakan daya mampu pembangkit hidro yang sebelumnya berada di kisaran 850 megawatt (MW) kini turun menjadi sekitar 250 MW.

“Penurunan daya mampu pembangkit hidro menjadi salah satu tantangan yang kami hadapi dalam menjaga keseimbangan pasokan dan kebutuhan listrik di Sistem Sulbagsel,” ujar Edyansyah dalam keterangan tertulis, Kamis (17/9/2026).

Menurut dia, penurunan produksi terjadi pada sejumlah pembangkit hidro, di antaranya PLTA Poso, Bakaru, dan Malea, serta beberapa PLTM. Kondisi tersebut berdampak terhadap kemampuan pasok listrik pada sistem kelistrikan Sulbagsel.

Menghadapi kondisi itu, PLN mengoptimalkan pembangkit yang masih tersedia dan mempercepat proses pemulihan serta perbaikan PLTU Jeneponto yang mengalami kendala teknis. Perusahaan juga mendorong tambahan pasokan dari pembangkit lainnya.

“Kami terus melakukan langkah-langkah percepatan secara paralel. Setiap tambahan megawatt sangat berarti untuk memperkuat sistem. Karena itu, seluruh potensi pembangkit yang tersedia terus kami optimalkan,” katanya.

Selain optimalisasi pembangkit, PLN berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan sejumlah pemangku kepentingan untuk memitigasi dampak kondisi hidrologi. Salah satu langkah yang dilakukan ialah pelaksanaan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) guna meningkatkan potensi ketersediaan air bagi pembangkit hidro.

Dari sisi operasional, PLN juga memantau kondisi Sistem Sulbagsel secara real time dan menyesuaikan pola operasi pembangkit berdasarkan kondisi pasokan serta kebutuhan listrik. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kestabilan sistem sekaligus mendukung pemulihan kapasitas pasokan.

“Kami memahami kondisi ini berdampak kepada masyarakat. Karena itu, PLN terus berupaya mempercepat pemulihan dengan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia,” ujar Edyansyah.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News