Poltekkes Kemenkes Makassar Tingkatkan Kapasitas Kader Posyandu Lewat Pelatihan 25 Kompetensi Dasar

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Sebanyak 35 kader Posyandu dari wilayah kerja Puskesmas Sudiang serta tambahan peserta dari Puskesmas Kalukubodoa mengikuti kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang digelar Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Makassar.

Pelatihan berlangsung selama dua hari, Sabtu–Minggu (27–28 September 2025) lalu, di Jurusan Gizi Daya, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar.

Kegiatan bertema “Pendampingan Kader Posyandu dalam Peningkatan 25 Keterampilan Dasar di Kecamatan Biringkanaya” ini dipimpin langsung oleh Prof. Rudy Hartono, SKM, M.Kes, bersama tim dosen Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Makassar.

Tim pengabdi bersama perwakilan peserta. Ist

Tujuannya memperkuat kapasitas kader Posyandu, khususnya dalam mendukung percepatan penurunan stunting serta peningkatan kesehatan ibu dan anak di wilayah kerjanya.

Peserta terdiri atas 10 kader dari masing-masing Kelurahan Sudiang, Pai, dan Bakung (wilayah Puskesmas Sudiang), serta 5 kader dari Puskesmas Kalukubodoa. Mereka mendapat pelatihan intensif mengenai 25 kompetensi dasar kader Posyandu, meliputi pengukuran antropometri, deteksi dini gizi buruk, edukasi gizi seimbang, pemantauan tumbuh kembang balita, hingga keterampilan komunikasi dalam penyuluhan kesehatan.

Pemateri utama, Dr. Sirajuddin, SKM, M.Kes, dan Adriyani Adam, SKM, M.Kes, dosen sekaligus fasilitator nasional pelatihan 25 kompetensi dasar kader Posyandu, memberikan pendampingan melalui metode partisipatif, simulasi, dan praktik lapangan.

Pendekatan ini diharapkan membuat kader lebih terampil menerapkan teori dalam praktik sehari-hari di Posyandu.

Penjelasan alur pelayanan di posyandu oleh Dr. Sirajuddin, SKM, M.Kes.

Prof. Rudy Hartono menegaskan, kader Posyandu adalah garda terdepan pelayanan kesehatan primer.

“Kader Posyandu adalah ujung tombak upaya promotif dan preventif kesehatan masyarakat. Melalui pelatihan ini, kami berharap mereka semakin percaya diri dan kompeten dalam menjalankan tugasnya,” ujarnya.

Kegiatan ini juga disambut positif oleh para kader. Salah seorang peserta menyebut pelatihan ini sangat bermanfaat.

“Kami jadi lebih paham cara mengukur lingkar lengan atas, menilai status gizi balita, dan memberikan konseling gizi kepada ibu-ibu dengan benar,” katanya.

Poltekkes Kemenkes Makassar menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi kader Posyandu di berbagai wilayah sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam pengabdian kepada masyarakat.

Upaya ini sekaligus mendukung target nasional percepatan penurunan stunting hingga 14 persen pada tahun 2024.

 

 

Baca berita lainnya Harian.news di Google News