Pro-Kontra PSEL Makassar: DPRD Minta Lokasi Dipindah dari Manggala

Pro-Kontra PSEL Makassar: DPRD Minta Lokasi Dipindah dari Manggala

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Rencana pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kecamatan Manggala menuai penolakan dari Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Makassar, Kasrudi.

Penolakan tersebut bukan tanpa alasan. Ia menilai kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang saat ini sudah berada pada titik yang mengkhawatirkan, terutama dari sisi dampak lingkungan, kemacetan, hingga bau menyengat yang dirasakan warga sekitar.

Kasrudi menegaskan, wilayah Manggala yang juga merupakan daerah pemilihannya sudah terlalu lama menanggung beban sebagai pusat pembuangan sampah kota.

“Secara pribadi dan sebagai bagian dari fraksi, kami tidak ingin lagi ada aktivitas pembuangan sampah di Manggala. Dampaknya sudah sangat dirasakan masyarakat, mulai dari bau hingga kemacetan,” ujarnya.

Ia menyebut, penolakan ini sejalan dengan aspirasi warga yang menginginkan perubahan.

Menurutnya, alasan historis penetapan TPA Antang sudah tidak relevan lagi dengan kondisi saat ini.

“Dulu kawasan itu masih jarang penduduk, sehingga dijadikan lokasi pembuangan. Sekarang sudah padat, jadi tidak tepat lagi jika tetap dipertahankan, apalagi ditambah industri,” jelasnya.

Kasrudi pun mendorong agar proyek PSEL dialihkan ke kawasan industri yang lebih sesuai. Dengan begitu, pengolahan sampah tetap berjalan tanpa menambah beban lingkungan dan sosial bagi warga Manggala.

Ia juga menyoroti peluang pemanfaatan lahan bekas TPA jika pengolahan sampah dilakukan secara optimal. Menurutnya, area tersebut berpotensi diubah menjadi ruang terbuka hijau (RTH) yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Kalau sampahnya sudah tertangani dengan baik, lahannya bisa dimanfaatkan menjadi ruang terbuka hijau atau fasilitas publik bagi warga,” tambahnya.

Di sisi lain, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, sebelumnya menyatakan komitmen pemerintah kota dalam mendukung pembangunan PSEL.

Hal itu disampaikan usai menghadiri rapat koordinasi bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, di Jakarta.

Dalam pertemuan tersebut, Makassar masuk dalam daftar 33 lokasi prioritas pengembangan PSEL di Indonesia. Pemerintah kota pun disebut siap mengoptimalkan lahan di TPA Antang untuk mendukung proyek tersebut.

Munafri berharap, pembangunan PSEL dapat menjadi solusi jangka panjang persoalan sampah di Makassar sekaligus memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

(ASW)

Baca berita lainnya Harian.news di Google News