PSG Juara Liga Champions 2026, Arsenal Tunduk Adu Penalti

PSG Juara Liga Champions 2026, Arsenal Tunduk Adu Penalti

HARIAN.NEWS,JAKARTA – Paris Saint-Germain (PSG) resmi mencetak sejarah. Klub asal ibu kota Prancis itu sukses mempertahankan gelar Liga Champions setelah menundukkan Arsenal dalam final yang sarat drama di Puskas Arena, Budapest, Sabtu (30/5/2026) malam.

Laga berakhir imbang 1-1 hingga perpanjangan waktu, kemudian ditentukan lewat adu penalti dengan skor 4-3 untuk keunggulan PSG. Kapten Marquinhos kembali mengangkat si kuping besar untuk kedua kalinya beruntun. Ini adalah kali pertama sejak era modern ada klub non-Real Madrid yang mampu back-to-back juara.

Jalannya Laga: Arsenal Cepat Unggul, PSG Bangkit
Arsenal sempat membuat publik The Gunners bergemuruh. Hanya enam menit laga berjalan, Kai Havertz menjebol gawang Gianluigi Donnarumma setelah menerima uman terobosan Martin Odegaard. Gol cepat itu seolah mengulang skenario final 2006 ketika Arsenal unggul lebih dulu.

Tapi PSG tidak seperti lawan-lawannya. Luis Enrique yang duduk tenang di bangka cadangan mulai mengubah tekanan. Ousmane Dembélé menjadi aktor utama saat wasit menunjuk titik putih pada menit ke-65 usai William Saliba dianggap melanggar Bradley Barcola. Dembélé yang dingin sukses mengecoh David Raya.

Skor 1-1 bertahan hingga 120 menit. Babak tambahan berlangsung sengit, namun tidak ada gol tambahan. Drama pun beralih ke 12 pas.

Adu Penalti: Pahlawan dan Air Mata
Lucas Beraldo, pemain muda Brasil, menjadi eksekutor kelima PSG. Ia sukses. Lalu giliran Gabriel Magalhaes untuk Arsenal. Bek tangguh itu melangkah… namun tendangannya melambung tinggi di atas mistar. Stadion membelah. Pemain PSG berlari, Marquinhos terisak, sementara Mikel Arteta hanya bisa memeluk anak asuhnya yang jatuh pingsan.

Kegagalan itu memperpanjang puasa Arsenal di kompetisi elite Eropa. Dari 226 pertandingan Piala Champions/Liga Champions, The Gunners belum pernah sekalipun menjadi juara.

Rekor dan Dinasti Baru
Luis Enrique kini mengoleksi tiga trofi Liga Champions sebagai pelatih (dua bersama Barcelona, satu bersama PSG). Ia sejajar dengan nama seperti Pep Guardiola, Carlo Ancelotti, dan Zinedine Zidane. “Skuad kami masih sangat muda, rata-rata pemain inti di final belum 24 tahun. Ini baru awal,” kata Enrique dalam konferensi pers.

Gelandang Desire Doue (20 tahun) menambahkan, “Kami belum puas. Musim depan kami ingin mengulanginya lagi.”

Presiden Prancis Emmanuel Macron langsung memberi ucapan selamat melalui akun X-nya: “Buat seluruh Eropa terpukau. Bangga jadi orang Prancis. Allez Paris!”

Sebaliknya, Arteta mengakui keunggulan lawan. “PSG sekarang tim terbaik di dunia. Sulit dihentikan. Kami akan belajar,” ujar eks asisten Pep Guardiola itu.

Dengan kemenangan ini, PSG mengukuhkan diri sebagai kekuatan baru yang siap mendominasi Eropa. Budapest menjadi saksi lahirnya dinasti Les Parisiens. ***

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Halaman

Penulis : ANDI AWAL TJOHENG