Raim Laode: “Malino Berarti Damai”, Ribuan Penonton Terhanyut di Festival

Makna Tersembunyi Malino Bagi Orang Buton, Diungkap Raim Laode di Festival
HARIAN.NEWS, GOWA – Malam Pembukaan Festival Beautiful Malino tahun 2025 terbilang sukses, mengusung thema ” Colour & Culture ” selain dihadiri puluhan pejabat dari departemen terkait dan propinsi, informasi dari panitia pelaksana memperkirakan jumlah penonton diprediksi mencapai 20 ribu orang.
Acara dibuka dengan ritual adat berupa do’a sajian lagu daerah dan tarian Etnik Khas Makassar, dua MC yang memandu acara sukses membawa emosi puluhan ribu penonton larut dalam suasana kemeriahan.
Rona wajah di jejeran kursi VVIP dimana Bupati Husniah Talenrang dan Wakil Bupati Darmawangsyah Muin bersama para tetamu kehormatan selalu terlihat sumringah.
Sambutan pembukaan acara dimulai dari Bupati Gowa, Gubernur dan Dua Kementerian dari Pariwisata dan Menteri Kebudayaan, Para Pemimpin tersebut bertekad akan menjadikan festival tahunan Beautiful Malino masuk dalam daftar Kalender Pariwisata Nasional.
Proses pembukaan juga terbilang sakral, di mulai dari peragaan tari ” Pakarena ” dan kemudian para penari menjemput Semua Pejabat Utama untuk tampil ke panggung.
Ritual pembukaan festival Beautiful Malino dilakukan dengan tujuh pejabat utama mengambil air di kendi yang berasal dari tujuh sumber mata air alam Malino kemudian dituangkan bersama kedalam wadah besar yang berbentuk replika mawar merah, sesi ini terlihat nampak paling sakral.
Usai pembukaan, puluhan ribu penonton dibawa larut dalam suasana bahagia, Ashari Sitaba artis yang tampil perdana juga terbilang sukses membawa emosi penonton untuk ikut bernyanyi.
Lagu “Lompoko Nai Ana” dan “Rannu” juga membawa area hutan pinus Malino bergema saat Bupati dan Wakil Bupati tampil dipanggung nyanyi bersama bersama puluhan ribu penonton.
Sedangkan Raim Laode, artis Nasional juga sukses membawa area pinus Malino dalam suasana romantik.
Sebagai mantan Komika, selain ungkapan Raim Laode diutarakan dalam pesan puitis dan filosofis juga emosi prnonton dibawa ke suasana canda.
Satu hal yang menarik diungkapkan Rain Laode saat sampaikan makna Malino bagi suku Buton berarti damai.
” Malino berarti damai dan itu wajib kita jaga bersama, ” ungkapnya di sela penampilannya.
Pembukaan Festival Beautiful Malino berlangsung sekitar 4 Jam, dimulai pukul 20.00 malam dan berakhir dipukul 00.00 WITA. Sedangkan jadwal festival Beautiful Malino akan digelar selama 5 hari, mulai 9-13 Juni mendatang.
Selain dibuka oleh Nilu Enik Ermawaty langsung Wakil Menteri Pariwisata via telecomprence, acara pembukaan Festival Beautiful Malino dihadiri langsung Husniah Talenrang Bupati dan Darmawangsyah Muin Wakil Bupati Gowa.
Juga hadir Menteri Pariwisata diwakili oleh Direktur Poltekpar Makassar Dr. Herry Rachmat Widjaja, MM.Par., CHE, Kementrian dari kebudayaan diwakili oleh kepala balai pelestarian kebudayaan wilayah XIX Sinatriyo Danuhadiningrat, S.S, Gubernur diwakili asisten perekonomian dan pembangunan ( dr. Muh Ichsan Mustari MHA, Kajati Sulsel diwakili Kajari gowa Muhammad Ihsan, Wakil Ketua DPRD Prop Sulawesi Selatan Yasir Machmud, SE,Msi Mewakili Ketua DPRD Sulsel, Pangdam diwakili Kapok Sahli XIV HASANUDDIN, Brigjen TNI Musa David M. Hasibuan, Kapolda diwakili Dir pamobvit Kombes Pol Minarto SIK., Kabinda di wakili (Staf Ahli Binda Sulsel) Mayor Inf. M. Yusuf Daeng Sikki, Ketua DPRD Gowa M. Ramli Siddiq dan rekannya di parlemen Gowa. ***
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
Penulis : YUSRIZAL KAMARUDDIN