Raker DPD RI, Kepala BPOM Taruna Ikrar Mengajak Lawan Obesitas dan Penyakit Tidak Menular

Raker DPD RI, Kepala BPOM Taruna Ikrar Mengajak Lawan Obesitas dan Penyakit Tidak Menular

HARIAN.NEWS, JAKARTA – Di ruang sidang Komite III DPD RI, suasana hening sejenak ketika Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Prof. Taruna Ikrar, menyampaikan paparan.

Bukan sekadar data atau regulasi yang ia bawa, melainkan sebuah panggilan hati untuk menyelamatkan masa depan bangsa dari ancaman gaya hidup yang tidak sehat,  Selasa (23/9/2025).

Dengan suara tenang namun tegas, Prof. Taruna membacakan hasil Survei Kesehatan Indonesia 2023. Angkanya mencengangkan: 36,8% penduduk mengalami obesitas, dengan proporsi wanita mencapai 54,1%. Hampir setengah masyarakat Indonesia, 47,5%, mengonsumsi minuman manis lebih dari sekali setiap hari.

Sementara itu, 30,4% mengonsumsi makanan tinggi garam lebih dari sekali sehari, dan 96,7% penduduk belum cukup makan sayur dan buah.

“Angka-angka ini bukan sekadar statistik. Di baliknya ada anak-anak yang tumbuh tidak sehat, ada orang tua yang kehilangan putra-putrinya terlalu cepat, ada keluarga yang harus berjuang melawan penyakit seumur hidup,” ucap Prof. Taruna, menatap para anggota dewan dengan penuh kesungguhan.

Ia menjelaskan, pola makan yang tidak seimbang terutama konsumsi gula, garam, dan lemak berlebihan telah terbukti memicu penyakit tidak menular (PTM) seperti diabetes, hipertensi, dan jantung. Menurut WHO, 71% kematian dunia disebabkan PTM, dan di Indonesia angkanya bahkan lebih tinggi: 73%.

“Ini bukan sekadar masalah kesehatan, ini adalah tantangan bangsa,” tegasnya.

Namun Prof. Taruna tak hanya datang membawa keprihatinan, ia juga membawa harapan. Ia menjelaskan dua langkah strategis BPOM untuk melawan tren buruk ini. Pertama, pelabelan minuman berpemanis agar konsumen dapat lebih sadar saat memilih. Kedua, pengawasan program Makan Bergizi Gratis demi memastikan anak-anak sekolah mendapatkan makanan yang aman, bermutu, dan bergizi seimbang.

Di hadapan para anggota DPD RI, ia menambahkan dengan nada penuh empati, “Kita ingin anak-anak Indonesia tumbuh sehat, berlari tanpa sesak, belajar dengan penuh semangat. Kita tidak ingin generasi emas 2045 dibayangi penyakit yang sebenarnya bisa kita cegah. Semua ini berawal dari apa yang kita makan dan minum hari ini.”

Pernyataan itu disambut dengan anggukan penuh penghayatan. Sebuah pesan sederhana, namun sarat makna: kesehatan adalah investasi terbesar bagi bangsa.

BPOM menegaskan komitmennya untuk terus bekerja sama lintas sektor dengan pemerintah, dunia usaha, hingga masyarakat agar pola makan sehat menjadi gaya hidup bersama. Karena pada akhirnya, perjuangan melawan obesitas dan penyakit tidak menular bukan sekadar soal regulasi, tetapi soal menjaga senyum sehat anak-anak Indonesia hari ini dan esok.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News