Ribuan Civitas Akademika Lingkup LLDikti IX Deklarasi Anti 3 Dosa Perguruan Tinggi
MAKASSAR, HARIAN.NEWS – Ribuan orang dari berbagai civitas akademika lingkup Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah IX menghadiri deklarasi anti 3 Dosa Perguruan Tinggi + Korupsi atau disebut “3D+1” di Center Point of Indonesia (CPI), Sabtu (14/1/2023) pagi.
Deklarasi 3D+1 dirangkaikan dengan jalan sehat dan pemberian doorprize, pertama kali diselenggarakan mengumpulkan perwakilan perguruan tinggi pasca covid-19. Turut hadir Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan mewakili Menteri Kemendikbud Ristek, Kepala LLDikti Wilayah IX Drs. Andi Lukman, para pimpinan perguruan tinggi, dosen, staf dan mahasiswa.
Ketua Ciputra School of Business, Dr. Ir. Tony Antonio mengatakan dari segi pelaksanaan, ini sebuah kerja bareng dari banyak perguruan tinggi dengan atmosfer peserta yang besar. Sehingga ini juga diakui dan apresiasi kepada Kepala LL Dikti yang menyatukan antar kampus dengan semangat kekeluargaan.

“Kita lihat hampir semua perguruan tinggi berpartisipasi, juga dari beberapa kabupaten datang, Parepare, Bone dan dari Polewali,” kata Dr. Tony.
Sehingga kebersamaan ini, sambungnya menjadi jembatan antar dosen dan mahasiswa, rektor dengan atmosfer sangat sehat. “Pada datang gitu kan bisa makan bareng bisa apa, jadi kekeluargaan. Saya pikir atmosfernya sangat sehat dan sangat bagus ya dan juga mahasiswa banyak yang hadir sehingga paling tidak mindset mahasiswa bisa berubah,” lanjutnya.
Deklarasi dan penandatanganan anti kekerasan seksual, perundungan, intoleransi plus anti korupsi (3D+1) adalah program Kemendikbud Ristek agar dunia kampus menjadi lebih baik.
“Dari sisi tujuan sangat baik dan juga dapat atensi dari Kementerian. Pesan dari pak menteri adalah supaya ada ruang belajar ruang gerak yang itu space untuk yang sehat gitu kan, dan itu saya pikir kunci pertama. Karena kadang terjebak dalam perundungan dan terjebak dalam kekerasan seksual dan saya pikir ini bentuk konkret dari toleransi bersama,” ungkap Mantan Rektor UC Surabaya.
Sementara itu Rektor Unifa, Dr. Muliyadi Hamid yang hadir bersama Ketua Yayasan Pendidikan Fajar, pejabat kampus serta puluhan mahasiswa menyampaikan dukungan penuh untuk mengimplementasikan 3D+1 sebagaimana turunan Permen no 30 2021.
Ketua Yayasan Pendidikan Fajar Ujung Pandang, Muhammad Ridwan Arif bersama Rektor Unifa, Muliyadi Hamid di UC Makassar.
“Implementasinya bahkan di Unifa sedang berproses membentuk satgas, melengkapi turunan permen 30 tahun 2021. Satgas untuk mencegahan terutama, perundungan anti kekerasan seksual. Walaupun sampai hari ini tidak pernah terjadi tetapi mengantisipasi, dengan menyiapkan regulasi, untuk melindungi kahasiswa dari kekerasan,” kata Rektor Unifa kepada harian.news.
Ia menambahkan suasana di Unifa sangat kondusif, mahasiswa berbaur tanpa ada sekat antar suku dan ras, kemudian dosen.
“Tetapi kampus tetap rentan, mengalami hal diatas, sehingga konkritnya kita bentuk lagi satgas. Yang orang-orangnya dari internal kampus dan kami SK-kan,” kata Rektor Unifa yang kembali terpilih.
Rektor UIT (topi merah) dan jajarannya (baju hitam).
Sementara itu Rektor UIT, Dr. Abdul Rahman yang juga hadir usai deklarasi dan jalan sehat mengatakan dukungan untuk sama-sama mengantisipasi terjadinya perundungan, kekerasan seksual dan korupsi.
“Ini mesti juga diantisipasi kaitannya di perkuliahan sehingga faktor inilah mengapa deklarasi ini perlu dilakukan. Agar semua kampus mengerti, sadar untuk saling menjaga baik dosen hingga mahasiswa,” bebernya.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News