Rojali, Rohana dan Rohalus di Makassar

HARIAN.NEWS, MAKASSAR — Perilaku belanja masyarakat perkotaan di mal saat ini mulai terdampak akibat pendapatan tidak naik. Apapun alasan penurunan daya beli tersebut dari dulu hingga sekarang bukan hal baru, situasi itu sering terjadi.
Fenomena Rojali (rombongan jalan liat-liat), Rohana (rombongan hanya nanya-nanya) dan Rohalus (rombongan hanya mengelus) mewarnai keseharian pengunjung mal hampir di seluruh kota besar, termasuk Makassar.
Rata-rata setiap keluarga di Makassar pergi ke mal untuk mengisi hari libur bersama keluarga. Sambil jalan-jalan namun tidak harus membeli. Kaum muda terutama, murni sekadar cari hiburan. Nonton bareng, makan ramai-ramai dan belanja jika cocok dengan kantong maupun selera.
Mengamati beberapa orang yang tidak membeli, kenapa tidak jadi beli? “Nantipi tunggu diskon”. Ke mal cuma liat-liat saja. Sementara lain orang lain pula alasan, hanya mau mengamati trend terbaru saja.
Fluktuasi ekonomi dan keuangan akan mempengaruhi harga pasar. Metode bertransaksi harus menyesuaikan dengan keadaan yang terjadi. Pelaku usaha yang bergerak dibidang retail, agar daya beli kembali bersinar dibutuhkan inovasi dan kreativitas.
Menghadapi konsumen yang cenderung lebih selektif dan memilih-milih untuk berbelanja. Mereka lebih baik belanja daring untuk membandingkan harga dan produk, serta memanfaatkan promo dan diskon.
Konsumen mengurangi pengeluaran untuk barang-barang non-esensial, seperti fesyen dan peralatan elektronik, dan lebih fokus pada kebutuhan dasar seperti makanan dan tagihan rutin. Konsumen menjadi lebih sadar akan pentingnya mengelola keuangan dengan baik, membuat anggaran, dan memprioritaskan kebutuhan dasar.
Strategi pasar seperti apa yang tepat, menarik dan menggugah selera sampai pembeli berhasrat mengeksekusi barang incarannya, harus memiliki trik pemasaran, sementara pembeli juga cerdas rata-rata memiliki tips untuk mengelola keuangan dengan baik dalam kondisi keuangan yang pas-pasan.
Mereka juga membuat anggaran yang jelas dan realistis untuk mengelola pemasukan dan pengeluaran. Fokus pada kebutuhan dasar seperti makanan, tempat tinggal, dan transportasi.
Dan cari penghasilan tambahan, cari peluang untuk meningkatkan penghasilan, seperti freelance atau berjualan online.
Beberapa cara dapat dilakukan untuk menarik pembeli dan meningkatkan penjualan.
Menawarkan promo dan diskon, menjual produk yang berkualitas tinggi dan sesuai dengan kebutuhan untuk meningkatkan kepercayaan diri. Memberikan pelayanan yang baik dan ramah dapat membuat pembeli merasa dihargai dan meningkatkan kemungkinan mereka untuk kembali berbelanja.
Menjalani proses di dunia usaha memang berat dan melelahkan namun menikmati hasil dari sebuah proses panjang adalah kenikmatan.
Kesuksesan demi kesuksesan di masa mendatang akan menanti bagi jiwa yang tercerahkan. Baik secara materi maupun spiritual. Cerdas dalam segala hal dalam persoalan kehidupan. ***
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
Penulis : IGA KUMARIMURTI DIWIA (PEMRED HARIAN.NEWS)