Rutan Makassar Gandeng Kemenag dalam Penguatan Iman untuk Napi Beragama Kristen

Rutan Makassar Gandeng Kemenag dalam Penguatan Iman untuk Napi Beragama Kristen

 

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Pembinaan di balik jeruji tidak hanya menyangkut kedisiplinan dan kepatuhan terhadap aturan. Tetapi juga penguatan mental dan spiritual. Prinsip tersebut tercermin dalam kegiatan ibadah bagi narapidana beragama kristen yang difasilitasi Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Makassar bersama Kementerian Agama Kota Makassar.

 

Dimana kegiatan berlangsung di Gereja Oikumene Rutan Kelas I Makassar, Senin (12/10/2026. Berdasarkan informasi, pada kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembinaan kepribadian untuk memberikan ruang kepada warga binaan dalam menjalankan ibadah, memperdalam iman, serta membangun harapan selama menjalani masa pidana.

 

Melalui pembinaan kerohanian, warga binaan diharapkan tidak hanya memperoleh kesempatan untuk memenuhi kebutuhan spiritual, tetapi juga memperkuat nilai-nilai moral sebagai bekal dalam memperbaiki diri dan mempersiapkan kehidupan setelah kembali ke masyarakat.

 

Kasubsi Bantuan Hukum dan Penyuluhan (BHP) Rutan Kelas I Makassar, Djanwar Bakkara, menegaskan bahwa pembinaan rohani memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan mendorong perubahan positif bagi warga binaan.

 

“Melalui pembinaan rohani, kami berharap warga binaan semakin memperkuat iman, menumbuhkan harapan, dan memiliki semangat untuk terus memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih baik,” ungkap Djanwar.

 

Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa proses pemasyarakatan tidak semata-mata berorientasi pada pelaksanaan hukuman, tetapi juga memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk melakukan introspeksi, membangun kesadaran diri, dan menyiapkan perubahan perilaku ke arah yang lebih positif.

 

Rutan Kelas I Makassar bersama Kementerian Agama Kota Makassar diharapkan terus menjaga kesinambungan pembinaan kerohanian agar warga binaan dapat menjalankan ibadah sesuai keyakinannya. Pendampingan spiritual yang berkelanjutan menjadi salah satu unsur pendukung dalam membangun kesiapan mental dan moral selama menjalani masa pembinaan.

 

Pada akhirnya, keberhasilan pembinaan tidak hanya diukur dari kegiatan yang terlaksana di dalam rutan, tetapi juga dari kesiapan warga binaan untuk kembali menjalani kehidupan sosial secara bertanggung jawab.

 

Penguatan iman, tumbuhnya harapan, dan kemauan memperbaiki diri menjadi bagian dari bekal untuk menapaki kehidupan baru setelah masa pidana berakhir.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News