Saat Bencana Karhutla, KPK OTT di BNPB: Rp1,4 M dan Emas Diamankan

HARIAN.NEWS, JAKARTA – Sejatinya bencana karhutla (kebakaran hutan dan lahan) di Indonesia menjadi perhatian pemerintah dalam menanganinya. Kondisi ini menjadi miris saat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan atau OTT di tubuh BNPB.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengungkap kasus yang diusut lembaga antirasuah itu saat operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
“Para pihak masih dilakukan pemeriksaan,”ucap Budi Prasetyo saat dikonfirmasi Harian.news, Rabu (14/10/2026).
Menurut Budi, OTT KPK itu berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa hingga dana siap pakai kebencanaan.
“Ini diduga berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB, di antaranya yang menggunakan dana siap pakai untuk kebencanaan,” kata Budi di Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa (13/10/2026) dikutip di JPNN.
Ketika ditanya apakah OTT tersebut terkait dengan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ataupun penanganan bencana alam lainnya, Budi mengatakan bahwa hal tersebut akan disampaikan dalam konferensi pers.
“Pengadaan barang dan jasa tersebut untuk bencana apa? Itu nanti kami akan sampaikan detailnya saat konferensi pers,” katanya.
Sebelumnya, KPK mengonfirmasi melakukan OTT ke-22 sepanjang 2026 di lingkungan BNPB. Jubir KPK Budi Prasetyo mengungkap kasus yang diusut lembaga antirasuah itu saat OTT KPK di BNBP. Dalam OTT KPK di BNPB, tim lembaga antirasuah menyita uang tunai dan sejumlah emas.
“Tim juga mengamankan barang bukti dalam bentuk uang tunai dan juga logam mulia emas. Untuk uang tunai, hitungan awal oleh tim senilai sekitar Rp1,4 miliar,” Budi.
Untuk emas, Budi mengatakan KPK menyita beberapa logam mulia tersebut dalam bentuk batangan.
“Beberapa dalam bentuk emas batangan, dan beberapa dalam bentuk tabungan emas. Untuk jumlahnya masih diproses tim,” katanya.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News