Sahabat dan Ketulusan: Teknologi Jiwa yang Abadi

Sahabat dan Ketulusan: Teknologi Jiwa yang Abadi

Oleh : Wachyudi Muchsin

HARIAN.NEWS – Di masa depan, ketika kota dipenuhi cahaya neon dan langit ditulis oleh satelit, manusia akan semakin canggih, semakin cepat, dan semakin sibuk.

Teknologi mampu membaca pikiran, robot menemani kesepian, dan realitas virtual menggantikan banyak perjumpaan. Namun ada sesuatu yang tidak pernah usang: arti sahabat sejati dan ketulusan hati.

Sahabat bukan sekadar nama dalam daftar kontak, melainkan bintang penunjuk arah di jagat hati yang luas. Mereka adalah lentera jiwa yang tak tergantikan oleh layar, tak terhapus oleh algoritma.

Sahabat sejati hadir bukan karena fasilitas, tetapi karena hati. Ia tidak memerlukan sensor untuk memahami kesedihan kita, tidak membutuhkan kecerdasan buatan untuk menafsirkan doa yang kita bisikkan.

Ketulusan adalah energi yang lebih murni dari listrik, lebih abadi daripada data. Ia adalah bahasa universal yang melintasi abad, mengalir tanpa kabel, menyembuhkan luka yang tak bisa diobati oleh teknologi.

Ketulusan adalah mata uang abadi: tanpa ketulusan, hubungan hanyalah transaksi; dengan ketulusan, persahabatan menjelma menjadi peradaban kecil yang menjaga makna hidup.

Bayangkan dunia futuristik yang gemerlap namun dingin. Tanpa sahabat yang tulus, manusia akan tersesat dalam kesepian meski hidup di tengah riuhnya kota pintar.

Tetapi dengan sahabat yang tulus, masa depan bukan sekadar tentang waktu, melainkan tentang rasa. Tentang energi jiwa yang tak lekang dimakan abad.

Pada akhirnya, sahabat dan ketulusan adalah teknologi jiwa yang paling mutakhir. Mereka adalah kompas moral, cahaya yang menuntun, dan hadiah terindah yang dititipkan Tuhan agar manusia tidak berjalan sendirian. Di tengah perubahan zaman, ketulusan sahabat akan selalu menjadi jejak abadi—mengingatkan kita bahwa masa depan bukan hanya tentang kemajuan, tetapi juga tentang hati yang tetap setia.

Ya Allah, jadikanlah kami hamba-Mu yang setia dalam persahabatan, tulus dalam cinta, dan ikhlas dalam memberi. Satukan hati kami dalam kebaikan, kuatkan langkah kami dalam kesetiaan, dan pertemukan kami kembali kelak di surga-Mu, tempat di mana persahabatan tak lagi terpisahkan oleh waktu dan ruang.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News