Sejarah Kerajaan Siang di Pangkep

Sejarah Kerajaan Siang di Pangkep

HARIAN.NEWS – Kerajaan Siang yang dalam sumber Portugis disebut Sciom atau Ciom merupakan salah satu kerajaan besar di pesisir barat Sulawesi Selatan sebelum bangkitnya Gowa–Tallo. Nama Siang sendiri diyakini berasal dari kata kasiwiang yang berarti “persembahan kepada raja”.

 

Pusat Kerajaan dan Kontak dengan Portugis

Bekas pusat pemerintahan Kerajaan Siang berada di Sengkae, kini termasuk Desa Bori Appaka, Kecamatan Bungoro, Pangkep. Daerah ini aktif dikunjungi kapal-kapal Portugis pada 1542–1548. Peta Portugis tahun 1540 menjadi salah satu bukti awal keberadaan Siang dalam catatan Eropa.

Catatan Antonio de Paiva dan Manuel Pinto pada pertengahan abad XVI menunjukkan bahwa:

Siang merupakan pelabuhan besar yang ramai disinggahi pedagang Nusantara dan Eropa. Populasinya diperkirakan mencapai 40.000 jiwa (1545).

Para penguasanya percaya diri dengan melimpahnya hasil bumi sampai menawarkan pasokan pangan untuk Kerajaan Malaka.

Kerajaan Besar di Barat Sulawesi Selatan

Dalam periode ketika Luwu berpengaruh di semenanjung timur, Pelras menyebut Siang sebagai kekuatan besar di sebelah barat, setara atau bahkan lebih kuat dari kerajaan-kerajaan sekitarnya.

Bahkan menurut catatan Portugis: Gowa dan Tallo pernah menjadi vasal Siang,

Gowa mengakui Siang sebagai kerajaan yang lebih besar dari mereka. Raja Siang yang dikenal Portugis disebut Gadinaro, sezaman dengan Don Alfonso, Raja Portugal I.

Tradisi lisan masyarakat Pangkep juga menempatkan Siang sebagai kerajaan utama yang kedudukannya dianggap lebih tinggi dibanding kerajaan-kerajaan Bugis-Makassar lainnya.

Puncak Kejayaan dan Jaringan Niaga Menurut laporan de Paiva (1542–1544): Siang berada pada masa kejayaan antara abad XIV–XVI. Menguasai jalur perdagangan penting di pantai barat Sulawesi Terhubung dalam jaringan dagang dengan Johor, Pahang, hingga kawasan Asia Tenggara lainnya.

Bukti arkeologi seperti keramik Cina, Vietnam, hingga Swatow memperkuat bahwa Siang merupakan pelabuhan internasional.

Kemunduran Siang

Memasuki pertengahan abad XVI: Sungai Siang mengalami pendangkalan. Pelabuhan Siang tidak lagi strategis. Para pedagang mulai pindah ke Gowa, Suppa, dan wilayah Ajattapareng.

Kebangkitan Kerajaan Gowa melalui pelabuhan Somba Opu menggeser dominasi Siang. Pada masa Karaeng Tumapakrisika Kallonna, Gowa melakukan ekspansi luas, dan akhirnya:

Siang jatuh ke bawah hegemoni Gowa. Identitas politiknya memudar pada akhir abad XVI.

Dinasti Siang dan Kekerabatan Kerajaan

Tradisi lokal menyebut pendiri dinasti Siang adalah seorang perempuan bernama Manurunga ri Siang, sementara versi lain menyebut Tumanurunge Ri Bontang.

Kerajaan-kerajaan lain yang berkerabat dengan Siang melalui kawin-mawin:

Gowa, Luwu, Bone, Soppeng, Tanete.

Kekerabatan ini membuat wilayah Pangkep menjadi melting pot budaya Bugis–Makassar.

Setelah Siang berada di bawah dominasi Gowa, penguasanya berasal dari keturunan Karaeng Allu dan tokoh-tokoh yang memiliki hubungan erat dengan keluarga kerajaan Gowa.

Jejak Arkeologi Kerajaan Siang

Penelitian Balai Arkeologi Makassar dan UNHAS menemukan bahwa:

Ibukota Siang dahulu dikelilingi benteng kota berbentuk U (batanna kotayya). Lokasinya kini telah jauh dari pesisir akibat perubahan geomorfologi. Fragmen keramik dari abad XVI–XVIII ditemukan, termasuk keramik Dinasti Ming dan Ching.

Temuan ini menunjukkan bahwa Siang memiliki lapisan budaya yang panjang sebagai pusat perdagangan dan politik.

Pergeseran Kekuasaan dan Masa Kolonial

Kejatuhan Gowa tahun 1667 melawan VOC berdampak pula pada Siang. Dinasti yang sebelumnya berkuasa digantikan oleh tokoh-tokoh yang berafiliasi dengan Arung Palakka.

Lahirlah kekuasaan baru seperti:

Lombassang / Labakkang, Barasa, Segeri, Ma’rang.

Yang masing-masing menjadi unit politik di bawah pengaruh VOC dan kemudian administrasi kolonial Belanda.

Struktur Adat Kerajaan

Dalam setiap upacara pengangkatan raja, empat bangsawan utama Anrong Appaka ri Siang wajib hadir:

1. Daeng ri Sengkaya

2. Lo’moka ri Kajuara

3. Gallaranga ri Lesang

4. Gallaranga ri Baru-baru

Tanpa kehadiran mereka, pelantikan tidak sah.

Silsilah Penguasa Siang (Ringkas)

Mulai dari Karaeng Allu hingga periode belakangan, penguasa Siang tercatat sebanyak 16 generasi, di antaranya:

Karaeng Allu

Johoro’ (Mappasoro’)

Patolla Dg Malliongi

Pasempa Dg Paraga

Pacandak Dg Sirua

Andi Jayalangkara Dg Sitaba

Andi Burhanuddin

Andi Muri Dg Lulu

Penutup

Kerajaan Siang adalah salah satu kerajaan besar yang pernah berjaya di Sulawesi Selatan. Perannya sebagai pusat perdagangan internasional, pelabuhan strategis, dan kerajaan yang pernah menguasai Gowa–Tallo menjadikannya salah satu entitas politik penting dalam sejarah Nusantara.

Meski kemudian memudar, warisannya masih hidup melalui situs arkeologi, tradisi lisan, dan jejak budaya masyarakat Pangkep hari ini.

Tulisan ini dikutip dari laman : https://pangkepkab.go.id/sejarah

Baca berita lainnya Harian.news di Google News