Selamat Jalan Husnul Khatimah: Persembahan Terakhir dari UMI untuk Keluarga

Selamat Jalan Husnul Khatimah: Persembahan Terakhir dari UMI untuk Keluarga

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Indra Setiawan, melangkahkan kakinya ke atas podium, pelan dan tak karuan. Kepalanya menunduk, pandangan kosong, seolah menahan tangis yang sebentar lagi pecah.

Di tangan kanannya ia menggenggam erat sebuah karangan bunga, sementara di tangan kirinya ada foto kakak  perempuannya, Husnul Khatimah.

Sesekali napasnya tertahan, berusaha kuat di tengah duka yang begitu dalam. Di balik seragam kemeja polisi yang ia kenakan, tampak jelas beban kesedihan tak bisa disembunyikan.

Sorot matanya kosong, seakan seluruh dunia berhenti berputar. Suasana podium pun hening. Semua mata tertuju pada sosok Indra. Langkahnya terlihat berat, namun sesekali Indra berusaha tetap tegak.

Duka itu kian terasa ketika Indra menunduk lalu menatap foto yang ia bawa. Wajah Husnul di dalam bingkai tersenyum dengan kostum wisuda.

Beberapa orang yang hadir tampak ikut menundukkan kepala. Kesedihan Indra menjalar, membuat suasana semakin haru.

Tak ada kata yang ia ucapkan, tapi bahasa tubuhnya sudah cukup menyampaikan betapa beratnya kehilangan itu.

Upacara penghormatan terasa begitu panjang. Indra hanya berdiri, menggenggam erat karangan bunga dan foto kakaknya di tengah prosesi wisuda hari pertama UMI Periode II 2025.

“Izinkan saya atas nama senat akademik dan seluruh civitas akademika UMI menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Semoga almarhumah kembali ke hadapan Allah dalam keadaan husnul khatimah, sebagaimana nama indah yang disandangnya,” ucap Rektor UMI Prof Hambali Thalib.

Khusnul Khatimah Mahasiswa Terbaik 

Kursi yang seharusnya ditempati Husnul Khatimah kosong. Sang mahasiswi terbaik dari Fakultas Agama Islam.

Seharusnya, ia menjadi salah satu dari 973 wisudawan hari pertama UMI Periode II 2025. Namun, takdir berkata lain. Putri pasangan Naimah dan Suharman itu telah tewas karena kecelakaan.

Dikabarkan, Husnul lahir di Majene, Sulawesi Barat, pada 23 September 2002. Ia telah telah menuntaskan skripsinya pada 7 Agustus 2025.

“Meraih IPK 3,88, dan bahkan sudah resmi mendaftar wisuda. Hanya saja, sepekan kemudian, 14 Agustus 2025, sebuah musibah kecelakaan merenggut nyawanya,” ucap Prof Hambali Thalib usai menyampaikan bela sungkawa di ditengah prosesi wisuda.

Prosesi wisuda simbolik untuk Husnul Khatima digelar dengan penuh khidmat.

Prof Hambali menyerahkan ijazah kepada Indra Setiawan. Selain itu, UMI juga menyerahkan dana duka serta pengembalian biaya wisuda kepada keluarga almarhumah, sebagai wujud penghormatan terakhir.

“Dari sini kita bisa mengambil pelajaran bahwa umur bisa singkat, tapi  iman dan akhlak akan menjadi bekal terbaik di hadapan Allah,” tutur Prof Hambali.

Penulis: Gita Oktaviola

Baca berita lainnya Harian.news di Google News