Sepuluh Malam Terakhir Ramadan, FK UMI Gelar I’tikaf Bersama di Masjid Menara UMI

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Wakil Rektor IV Universitas Muslim Indonesia, Dr. KH. Muhammad Ishaq Samad, MA, menyampaikan taushiyah dalam kegiatan i’tikaf yang diikuti keluarga besar Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia. Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Menara UMI lantai 10 pada Sabtu malam (14/3/2026).
I’tikaf ini menjadi momentum spiritual bagi sivitas akademika FK UMI untuk menghidupkan sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan melalui berbagai rangkaian ibadah.
Dalam taushiyahnya, Dr. KH. Muhammad Ishaq Samad menegaskan bahwa i’tikaf bukan sekadar berdiam diri di masjid, tetapi merupakan sarana tazkiyatun nafs atau penyucian jiwa sekaligus penguatan spiritualitas bagi setiap muslim, termasuk kalangan akademisi dan tenaga kesehatan.
Menurutnya, seorang dokter dan tenaga kesehatan tidak hanya dituntut memiliki kompetensi ilmiah, tetapi juga harus memiliki integritas moral, empati, serta nilai-nilai spiritual dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“I’tikaf mengajarkan kita untuk sejenak keluar dari hiruk pikuk dunia, melakukan muhasabah, memperkuat hubungan dengan Al-Qur’an, serta menata kembali niat dalam setiap pengabdian kita kepada umat,” ujarnya.
Kegiatan i’tikaf ini juga diikuti oleh Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia, Dr. dr. H. Nasruddin A. Mappaware, SpOG, yang berpartisipasi secara virtual melalui Zoom dari Mekkah. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan yang melibatkan dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa.
Selain itu, kegiatan ini turut dihadiri para wakil dekan, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa FK UMI yang bersama-sama mengikuti rangkaian ibadah seperti shalat malam, dzikir, tilawah Al-Qur’an, dan tausiyah Ramadhan.
I’tikaf ini merupakan bagian dari program GEN (Gerakan Energi Ramadan) FK UMI yang bertujuan memperkuat ukhuwah islamiyah di lingkungan fakultas. Wakil Dekan IV FK UMI, Dr. dr. Rachmat Faisal, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran bahwa pengembangan ilmu kedokteran harus berjalan seiring dengan pembinaan spiritual dan akhlak mulia.
Melalui momentum i’tikaf ini, sivitas akademika FK UMI diharapkan semakin termotivasi menjadikan profesi kedokteran sebagai ladang pengabdian dan ibadah, sekaligus menghadirkan pelayanan kesehatan yang berlandaskan nilai-nilai keilmuan, kemanusiaan, dan keislaman.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News