Setahun Munafri-Aliyah, Ribuan Honorer Makassar Resmi Jadi PPPK dan PJLP

Setahun Munafri-Aliyah, Ribuan Honorer Makassar Resmi Jadi PPPK dan PJLP

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar di bawah kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham mencatat capaian signifikan dalam upaya menekan angka pengangguran sekaligus menata tenaga honorer di lingkup pemerintah kota.

Dalam satu tahun kepemimpinan pasangan yang dikenal dengan akronim MULIA, sebanyak 8.854 tenaga honorer resmi diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) sepanjang tahun 2025.

Data Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Kota Makassar mencatat jumlah tersebut hampir memenuhi total formasi Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Makassar yang mencapai 8.963 orang.

Kepala BKPSDMD Kota Makassar, Kamelia Thamrin Tantu, mengatakan pengangkatan tersebut merupakan bagian dari langkah strategis pemerintah kota untuk memberikan kepastian status kerja bagi tenaga honorer sekaligus mendukung kebijakan nasional terkait penataan tenaga non-ASN.

“Ini jumlah ASN yang diangkat oleh Pak Wali Kota di awal masa pemerintahannya. Pada 2025, dari total formasi ASN Kota Makassar sebanyak 8.963, yang berhasil diangkat menjadi ASN mencapai 8.854 orang,” ujar Kamelia, Kamis (5/2/2026).

Menurutnya, kebijakan tersebut bukan sekadar proses administratif, melainkan strategi terukur pemerintah kota untuk meningkatkan kesejahteraan serta memberikan perlindungan kerja bagi ribuan aparatur yang sebelumnya berstatus honorer.

Langkah ini juga merupakan tindak lanjut dari Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN yang menegaskan penyelesaian tenaga honorer melalui skema PPPK.

Selain pengangkatan PPPK, Pemkot Makassar juga menghadirkan solusi bagi tenaga kontrak melalui skema Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) pada tahun 2025. Melalui skema tersebut, sekitar dua ribu lebih tenaga kontrak tetap mendapatkan kesempatan kerja yang layak dan berkelanjutan.

Sejak resmi menjabat pada 20 Februari 2025, Munafri Arifuddin menempatkan isu ketenagakerjaan sebagai salah satu prioritas kebijakan pemerintah kota. Bagi Pemkot Makassar, pengurangan pengangguran tidak hanya soal angka statistik, tetapi juga upaya menjaga stabilitas sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Di bawah kepemimpinan Bapak Wali Kota Munafri Arifuddin bersama Ibu Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham, penataan tenaga honorer dan pembukaan ruang kerja baru menjadi langkah konkret yang langsung menyentuh ribuan warga,” jelas Kamelia.

Pengangkatan PPPK tersebut dilakukan secara bertahap sepanjang 2025. Pada tahap pertama, sebanyak 1.746 tenaga farmasi PPPK dilantik pada 23 Juni 2025. Selanjutnya pada tahap kedua, pemerintah kembali melantik 329 tenaga farmasi PPPK pada 14 November 2025.

Sementara pada tahap ketiga, pengangkatan dilakukan untuk tenaga farmasi paruh waktu dengan jumlah lebih besar yakni 6.607 orang.

Kehadiran ribuan tenaga farmasi tersebut diharapkan dapat memperkuat sistem pelayanan kesehatan di Kota Makassar serta meningkatkan kualitas layanan kefarmasian bagi masyarakat.

Upaya Pemkot Makassar dalam menekan angka pengangguran juga mulai menunjukkan hasil. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran terbuka di Kota Makassar mengalami penurunan dari 9,71 persen pada 2024 menjadi 9,60 persen pada 2025.

Penurunan tersebut menjadi indikator positif dari berbagai kebijakan ketenagakerjaan yang dijalankan pemerintah kota dalam satu tahun terakhir.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News