Siap Bersaing, Tiga PTS Bertransformasi Jadi Universitas Patompo

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Sebanyak tiga perguruan tinggi swasta (pts) di Kota Makassar belum lama ini bertransformasi dalam meningkatkan persaingan juga kualitas pendidikan di dunia perkuliahan para mahasiswa.
Transformasi itu berkat program hibah penggabungan alias marger yang dicetuskan oleh Kemendiktisaintek RI antara Institute sains dan teknologi (IST), Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) dan Sekolah Tinggi Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) bersatu menjadi Universitas Patompo dan telah mengantongi akreditasi B.
Wakil Rektor I Universitas Patompo, Hasyim menyebutkan jika kampus Universitas Patompo kini sedang mengalami perubahan drastis dalam dunia pendidikan.
“Hal ini diproyeksikan lebih bersaing dan melahirkan peserta didik yang berkualitas tentu dengan standar lingkungan kampus lainnya,” ujar Hasyim, Selasa (4/2/2025).
Hasyim menambahkan Universitas Patompo saat ini l mengelola sekiranya 11 program studi (Prodi) terdiri 1.300-an mahasiswa-mahasiwi strata satu juga pascasarjana. Calon wisudawan nantinya dicetak lebih profesional sesuai kelulusannya masing-masing.
“Sejak dahulu sebelum berubah nama jadi Universitas Patompo lulusan kami telah menyebar hampir ke seluruh negeri terutama Indonesia bagian timur. Mereka rata-rata sudah menjadi guru yang profesional,” katanya.
Posisi kampus ini tak jauh dari pusat Kota Makassar tepatnya di Jl.Inspeksi Kanal berdekatan Jl.Hertasning Raya. Lokasinya sangat strategis dan pastinya kampus ini sudah mengelola program pascasarjana.
Soal biaya kuliah. Universitas Patompo terbilang berbeda karena pihak yayasan berniat memberikan yang terbaik bagi peserta didiknya. Mahasiswa kampus bisa mendapat keringan terlebih yang terdeteksi kurang mampu dan pihak kampus akan siap membantu.
“Kami terbilang cukup ramah di kantong bagi para peserta didik soal biaya perkuliahan. Kami juga meringankan mereka berkuliah karena niat kami disini agar semua penerus kita bisa mengenyam pendidikan setara sarjana,” ungkap pria yang kerap menggunakan peci putih ini.
PENULIS: MUH YUSUF YAHYA
Baca berita lainnya Harian.news di Google News