Siapa Grace Natalie? Ini Kisah Hidupnya yang Jarang Terungkap

Siapa Grace Natalie? Ini Kisah Hidupnya yang Jarang Terungkap

Grace Natalie: Dari Layar Kaca ke Komisaris BUMN yang Berujung Laporan Polisi

HARIAN.NEWS, JAKARTA— Grace Natalie Louisa tak pernah menyangka, kariernya yang menanjak dari dunia jurnalistik ke politik dan akhirnya menjadi komisaris BUMN, berujung pada laporan polisi. Bersama akademisi Ade Armando dan pendakwah Permadi Arya, politisi 43 tahun itu dilaporkan 40 ormas Islam ke Bareskrim Polri pada Senin, 4 Mei 2026.

Laporan bernomor LP/B/185/V/2026 itu menuding Grace melakukan penghasutan dan ujaran kebencian terkait video ceramah Wakil Presiden ke-10 Jusuf Kalla di Universitas Gadjah Mada. Para pelapor menilai Grace mem-framing pernyataan JK secara tidak utuh, khususnya soal konsep syahid dalam agama.

“Sedang viral pernyataannya Pak Jusuf Kalla dalam ceramahnya di UGM baru-baru ini, sampai-sampai beliau ini dilaporkan ke polisi. Setelah ditonton, ya memang pernyataan beliau ini bermasalah sekali,” tulis Grace di akun Instagram @gracenat, 13 Mei 2026.

Perjalanan Karier yang Berliku

Perempuan kelahiran Jakarta, 4 Juli 1982, ini memang memiliki rekam jejak karier yang mengesankan. Sebelum terjun ke politik, Grace dikenal sebagai jurnalis dan pembawa acara berita di SCTV, ANTV, dan tvOne. Di tvOne, ia memandu berbagai program bergengsi seperti Apa Kabar Indonesia dan Kabar Terkini.

Karier jurnalistiknya dimulai dari ajang SCTV Goes to Campus, kompetisi pencarian presenter yang membawanya ke industri penyiaran. Grace bahkan berhasil menembus lima besar tingkat nasional dan mewawancarai tokoh dunia seperti Perdana Menteri Thailand Abhisit Vejjajiva dan Presiden Timor Leste Jose Ramos Horta.

Pada 2012, Grace memutuskan hengkang dari dunia jurnalistik dan beralih ke riset sebagai CEO Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC). Dua tahun kemudian, ia resmi mendirikan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) bersama mantan Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro.

Jabatan Strategis di Era Pasca-Pemilu

Usai Pemilu 2024, Grace mendapat dua jabatan strategis. Pada 15 Mei 2024, ia diangkat sebagai Staf Khusus Presiden Joko Widodo. Sebulan kemudian, tepatnya 11 Juni 2024, melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan, Grace ditunjuk sebagai Komisaris Independen MIND ID, BUMN holding industri pertambangan Indonesia.

Sebagai Komisaris MIND ID, Grace mengemban amanah mengawasi perusahaan yang menaungi PT Aneka Tambang (Antam), PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), PT Freeport Indonesia, dan PT Timah Tbk.

Penunjukan Grace menuai beragam tanggapan. Gerindra membantah keras bahwa pengangkatan tersebut sebagai bagi-bagi jatah kekuasaan. “Ini murni berdasarkan kompetensi,” ujar juru bicara partai.

Kehidupan Pribadi yang Jarang Terekspos

Di balik kesibukannya, Grace menjalani kehidupan pribadi yang relatif tertutup. Ia menikah dengan Kevin Osmond pada 2011 dan dikaruniai seorang putra bernama Kenzo Alexander Osmond.

Kevin Osmond bukan orang sembarangan. Pria yang dijuluki “kuli IT” ini merupakan founder di balik beberapa startup teknologi ternama, termasuk Tiket.com dan Horego. Berbekal latar belakang teknologi informasi, Kevin berhasil membangun ekosistem digital yang kini menjadi bagian penting dari industri travel Indonesia.

Pasangan ini jarang mengekspos kehidupan rumah tangga mereka ke publik. Namun, dalam beberapa kesempatan, Grace sesekali membagikan momen romantis bersama suami dan anaknya di media sosial.

Latar Belakang Keluarga dan Pendidikan

Grace merupakan putri dari Brata Ngadiman dan Anna Clementine. Untuk pendidikannya, Grace menempuh SMA di BPK Penabur 3 sebelum melanjutkan ke Institut Bisnis dan Informatika Kwik Kian Gie (IBII) dengan jurusan Akuntansi.

Tak berhenti di sana, Grace juga meraih gelar Master of Public Administration dan memperluas wawasan manajemennya melalui kursus di Maastricht School of Management, Belanda, pada Januari-April 2009.

Kontroversi yang Mengiringi

Laporan 40 ormas Islam bukan pertama kali Grace terlibat kontroversi. Sebagai politisi yang vokal, Grace kerap menyampaikan kritik tajam terhadap berbagai kebijakan pemerintah dan fenomena sosial. Namun, kasus video JK ini menjadi ujian terberatnya.

Para pelapor menilai konten yang dibagikan Grace berpotensi menyesatkan publik dan memicu keresahan antarumat beragama. Aliansi Ormas Islam untuk Kerukunan Umat Beragama menilai Grace, Ade Armando, dan Permadi Arya melakukan framing yang tidak utuh terhadap ceramah JK.

Kasus ini masih dalam penyelidikan Bareskrim Polri. Publik kini menunggu apakah laporan tersebut akan berlanjut ke proses hukum atau dihentikan di tahap penyidikan.

Dengan statusnya yang kini “tak aktif” di PSI, masa depan politik Grace masih menjadi tanda tanya. Partai yang didirikannya bersama rekan-rekan kini dipimpin Kaesang Pangarep sebagai Ketua Umum.

Di tengah kontroversi ini, Grace menghadapi dilema: mempertahankan karier di BUMN atau kembali ke arena politik. Satu hal yang pasti, perjalanan Grace Natalie dari layar kaca ke koridor kekuasaan masih jauh dari kata selesai. ***

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Halaman

Penulis : ANDI AWAL TJOHENG