Sistem Sulbagsel Masih Tertekan, PLN dan Pemprov Sulsel Evaluasi Pengaturan Beban

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – PT PLN (Persero) memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk mempercepat pemulihan Sistem Kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) yang masih menghadapi tantangan pada sisi pasokan.
Koordinasi tersebut dilakukan melalui pertemuan PLN bersama Pemprov Sulsel di Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan, 10 September 2026. Pertemuan membahas kondisi sistem kelistrikan, perkembangan pasokan, serta langkah penanganan dan pemulihan pembangkit.
Pertemuan itu dihadiri jajaran PLN Unit Induk Distribusi Sulselrabar, Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi, serta Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (UIP3B) Sulawesi.
General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, mengatakan pemulihan sistem membutuhkan koordinasi terpadu dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah.
“Kondisi sistem saat ini membutuhkan upaya bersama dan koordinasi yang kuat. PLN terus melakukan berbagai langkah untuk meningkatkan daya mampu pasok, mempercepat pemulihan pembangkit, sekaligus memastikan sistem tetap terjaga,” ujar Edyansyah.
Salah satu tantangan yang dihadapi ialah penurunan produksi sejumlah pembangkit hidro akibat kondisi hidrologi yang dipengaruhi fenomena El Nino. Pembangkit yang terdampak antara lain PLTA Poso, Bakaru, dan Malea, serta sejumlah PLTM.
Daya mampu pembangkit hidro yang sebelumnya berada di kisaran 850 megawatt (MW) kini turun menjadi sekitar 250 MW. Kondisi tersebut menyebabkan penurunan daya mampu sekitar 600 MW dan memberikan tekanan terhadap kemampuan pasok Sistem Sulbagsel.
Untuk memperkuat pasokan, PLN terus mendorong pemulihan dan perbaikan PLTU Jeneponto yang mengalami kendala teknis. Selain itu, pembangkit yang masih tersedia dioptimalkan, sementara tambahan pasokan dari pembangkit lainnya terus diupayakan.
“Kami tidak hanya fokus pada satu langkah. Berbagai upaya kami jalankan secara paralel, mulai dari pemulihan pembangkit, optimalisasi pembangkit yang tersedia, hingga mendorong tambahan pasokan,” jelas Edyansyah.
PLN juga membangun sinergi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan dalam menghadapi dampak kondisi hidrologi. Salah satu upaya yang didukung ialah pelaksanaan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk meningkatkan peluang hujan di wilayah yang berpengaruh terhadap ketersediaan air bagi pembangkit hidro.
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan PLN untuk memahami kondisi sistem dan mendukung proses pemulihan kelistrikan.
“Saya bersama teman-teman dari PLN Regional Sulawesi hari ini berdiskusi dan melakukan evaluasi terkait kondisi kelistrikan serta pengaturan beban yang masih terjadi di beberapa wilayah,” ujar gubernur dalam pertemuan tersebut.
Ia menjelaskan, kondisi kelistrikan di wilayah Makassar telah menunjukkan perbaikan, sehingga pengaturan beban dapat diminimalkan. Namun, sejumlah wilayah lainnya masih menghadapi pengaturan beban karena kemampuan pasok sistem belum sepenuhnya optimal.
“Untuk wilayah Makassar, kondisi sistem saat ini sudah semakin membaik sehingga pengaturan beban dapat diminimalkan. Namun, di beberapa wilayah lainnya masih terdapat pengaturan beban karena daya mampu pasok sistem belum sepenuhnya kembali optimal,” lanjutnya.
Gubernur juga meminta masyarakat memahami kondisi yang sedang dihadapi dan mendukung upaya pemulihan yang dilakukan PLN.
“Kami memahami kondisi ini berdampak pada aktivitas masyarakat. Karena itu, kami memohon kesabaran dan pengertian masyarakat. PLN terus melakukan berbagai upaya percepatan untuk mengoptimalkan pasokan dan memulihkan kondisi sistem kelistrikan secepatnya,” ujarnya.
Di sisi operasional, PLN memastikan kondisi Sistem Sulbagsel dipantau secara real time. Pengoperasian pembangkit dan sistem penyaluran disesuaikan dengan perkembangan daya mampu pasok serta kebutuhan beban.
Edyansyah menegaskan, koordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan akan terus diperkuat selama proses pemulihan berlangsung.
“Kami menyampaikan apresiasi atas dukungan dan koordinasi yang terus diberikan pemerintah daerah serta seluruh stakeholder. PLN akan terus bekerja dan mengevaluasi kondisi sistem secara berkala,” pungkasnya.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News