Soal Jalan Ambles Akibat Truk Tambang Galian C, Ketua DPD PKS Singgung Aparat Pemerintah

MAGELANG, HARIAN.NEWS – Ketua DPD PKS Kabupaten Magelang, Abdul Azis ikut angkat suara terkait Jalan SMKN 1 Salam yang menghubungkan antara Desa Jumoyo – Desa Seloboro, Kecamatan Salam, Magelang, yang amblas akibat dilewati truk pengangkut material tambang galian C.
Kepada harian.news, politisi PKS ini mengaku prihatin melihat kondisi jalan umum yang rusak akibat dijadikan jalan angkutan tambang galian C. Padahal, status jalan tersebut bukan untuk jalan tambang melainkan jalan bagi masyarakat umum.
“Kita sangat prihatin melihat kondisi jalan dari Desa Jumoyo – Desa Seloboro itu. Apa lagi kelas jalan ini type C, dan dilewati ratusan anak sekolah setiap hari,” ujar Aziz kepada harian.news melalui pesan WA.
Menurut Ketua DPD PKS Kabupaten Magelang, terkait kerusakan jalan ini mestinya aparat pemerintah maupun aparat keamanan di daerah lebih tegas menerapkan aturan. Terutama truk-truk pengangkut galian C yang telah melebihi tonase.
Pasalnya, ia menduga truk pengangkut hasil tambang galian C yang melebihi tonase menjadi penyebab jalan rusak.
“Ya, kita minta aparat pemerintah dan keamanan-lah yang harus bertindak tegas. Inikan kerusakan sudah di depan mata, masa pelanggaran dibiarkan yang dilakukan oleh angkutan-angkutan galian C itu melintas begitu saja di jalan yang tidak semestinya,” katanya.
Masih kata Aziz, pihaknya berharap aparat agar tidak melakukan pembiaran keberadaan angkutan ber tonase besar tersebut melintas di jalan ini. Karena jika terus dibiarkan, kerusakan jalan ini tentu tak bisa dihindari. Aparat pemerintah dan keamanan harus berani menegakkan aturan sebagai bentuk tanggung jawabnya dalam menunaikan tugasnya.
“Kalau truk-truk ini ditindak atau dilarang melintas maka itulah tanggung jawab aparat dalam menyelamatkan aset daerah dan melindungi masyarakat yang dirugikan baik langsung maupun tidak langsung.
Lain lagi yang ungkapkan oleh pengamat lingkungan, Durunnajah, S.Sos. Menurutnya, tidak hanya jalan yang amblas harus mendapat perhatian pemerintah daerah dan aparat keamanan. Yang juga harus segera disikapi adalah keberadaan jalan di wilayah Kecamatan Ngluwar dan sebagian Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang yang saat mulai dilalui truk angkutan galian C.
Menurutnya, jika ini dibiarkan maka ancaman kerusakan jalan di wilayah ini sudah di hadapan mata. Jika ini yang terjadi, otomatis wilayah Ngluwar, akan bernasib sama dengan wilayah Srumbung maupun Dukun.
“Jalan di wilayah Srumbung sudah rusak parah. Di Dukun juga rusak parah dan sebagian Sawangan akibat truk tambang galian C. Maka Ngluwar yang tadinya jalannya mulus dengan aspal, saat ini terancam karena teuk-teuk pengangkut galian C sudah mulai melintas,” kata pemerhati lingkungan ini.
Tak hanya ancaman kerusakan jalan di hadapan mata. Polusi udara akibat debu yang ditimbulkan truk yang melintas siang dan malam tersebut, juga mulai menyelimuti kawasan penduduk sepanjang jalan yang dilewati truk tersebut.
“Pemerintah daerah maupun aparat keamanan sudah saatnya turun tangan dan tegas mengambil tindakan. Ini merupakan kejahatan lingkungan. Coba kita bayangkan, jalan rusak, udara tercemari oleh debu dan mengancam kesehatan anak-anak, masyarakat akibat polusi udara. Jangan masyarakat di korbankan hanya kepentingan sekelompok pengusaha semata,” tandas Durunjanah. (Red)
Baca berita lainnya Harian.news di Google News