SPPI Togo-Togo Luruskan Isu Viral MBG di Jeneponto, Sebut Makanan Disimpan Empat Jam Sebelum Dikonsumsi

SPPI Togo-Togo Luruskan Isu Viral MBG di Jeneponto, Sebut Makanan Disimpan Empat Jam Sebelum Dikonsumsi

HARIAN.NEWS, JENEPONTO – Beredarnya video viral di media sosial yang memperlihatkan dugaan adanya ulat pada menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk balita di Kabupaten Jeneponto mendapat klarifikasi dari pihak Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Togo-Togo dan orang tua penerima manfaat.

Kepala SPPI Togo-Togo, Nisa, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil penelusuran, makanan diterima dalam kondisi baik saat didistribusikan pada Jumat (31/7/2026) sekitar pukul 10.00 WITA. Namun, makanan baru dikonsumsi sekitar pukul 14.00 WITA setelah disimpan selama kurang lebih empat jam di rumah penerima manfaat.

Menurut kronologi yang disampaikan, paket MBG dengan menu chicken katsu diantarkan langsung oleh kader kepada keluarga balita penerima manfaat. Saat itu, ibu balita, Dewi, sedang berada di Bank BRI sehingga paket diterima oleh nenek balita.

Setelah diterima, makanan dipindahkan dari kemasan asli ke piring plastik dan hanya ditutup menggunakan tutup panci. Sekitar pukul 14.00 WITA, ketika Dewi hendak menyuapi anaknya, ia menemukan adanya ulat pada bagian ayam. Temuan tersebut kemudian direkam dan videonya beredar luas di media sosial.

“Jam 10 pagi makanan diterima oleh nenek balita dalam keadaan baik. Makanan baru akan dikonsumsi sekitar jam 2 siang setelah disimpan di piring plastik dan ditutup menggunakan tutup panci selama kurang lebih empat jam,” ujar Nisa kepada wartawan, Selasa (4/8/2026).

Nisa menegaskan, seluruh makanan yang diproduksi dan didistribusikan pada hari tersebut telah melalui proses pengolahan sesuai standar kebersihan dan keamanan pangan.

Ia mengungkapkan, pada hari yang sama sebanyak 126 balita di Desa Bungeng menerima paket MBG dengan menu serupa. Dari jumlah tersebut, hanya satu laporan yang menyebut adanya dugaan ulat pada makanan.

“Artinya, saat makanan diterima kondisinya baik. Setelah makanan dipindahkan ke wadah lain dan disimpan selama empat jam di rumah penerima manfaat, itu sudah berada di luar pengawasan kami,” katanya.

Meski demikian, pihak SPPI mengaku tetap menerima masukan dari masyarakat sebagai bahan evaluasi dalam pelaksanaan program ke depan.

“Kami berterima kasih atas kritik yang diberikan. Ke depan kami akan terus memperbaiki teknis pelaksanaan dan meminta para kader agar lebih aktif mengingatkan penerima manfaat supaya makanan segera dikonsumsi setelah diterima,” ujarnya.

Nisa juga mengungkapkan bahwa dua anak Dewi yang bersekolah di tingkat Sekolah Dasar turut menerima paket MBG di sekolah pada hari yang sama. Berdasarkan keterangan keluarga, makanan yang diterima kedua anak tersebut dalam kondisi baik dan tidak ditemukan masalah.

Lebih lanjut, SPPI mengimbau masyarakat agar mengikuti anjuran penyimpanan makanan yang benar. Menurutnya, makanan yang dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang, terlebih setelah dipindahkan ke wadah lain yang tidak kedap udara, berpotensi mengalami kontaminasi dari lingkungan.

“Kalau makanan sudah disimpan cukup lama menggunakan wadah di rumah, kami tidak mengetahui apakah terjadi kontaminasi dari lalat atau faktor lingkungan lainnya. Karena itu kami terus mengingatkan kader untuk menyampaikan kepada penerima manfaat agar makanan segera dikonsumsi atau disimpan dengan cara yang benar,” jelasnya.

Berdasarkan kronologi tersebut, jeda penyimpanan selama sekitar empat jam dalam wadah rumah tangga dinilai berpotensi meningkatkan risiko kontaminasi apabila makanan tidak disimpan sesuai kaidah keamanan pangan.

Melalui klarifikasi ini, SPPI berharap masyarakat dapat memahami peristiwa secara utuh dan tidak terburu-buru menyimpulkan penyebab kejadian sebelum seluruh fakta diketahui.

Orang tua penerima manfaat juga diimbau untuk segera mengonsumsi makanan yang dibagikan atau menyimpannya dalam wadah tertutup rapat sesuai prinsip keamanan pangan guna meminimalkan risiko kontaminasi dari lingkungan sekitar.

(ASW)

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Penulis : ASWIN R