Srumbung Dikepung Spanduk Hingga Warga Sindir Pemerintah

MAGELANG, HARIAN.NEWS – Beragam cara ditempuh masyarakat di wilayah Kabupaten Magelang, Jawa Tengah dalam melakukan protes atas kinerja pejabat publik dalam menyediakan fasilitas umum.

Seperti yang dilakukan oleh masyarakat Kecamatan Srumbung. Dalam memprotes kondisi jalanan rusak yang tak kunjung diperbaiki, mereka pun memasang spanduk di sejumlah titik yang gampang terlihat mata.

Salah satu isi spanduk warga Srumbung melakukan protes kerusakan jalan di wilayah mereka. (Ft. Mohis/HN)

Karenanya, kondisi wilayah Srumbung saat ini, sedang dikepung spanduk bentuk protes atas kerusakan di wilayah mereka. Bermacam bentuk isi tulisan di spanduk tersebut.

Diantaranya bertuliskan “Slamat Datang Jeglongan” ada juga bertuliskan “Cukup Sempakku Sing Bolong, Dalan’e ojo… Paham!!!”. Dan ada juga ” Maaf Perjalanan Anda Terganggu Karna Ada Perbaikan Jalan…Tapi Boong”.

Tulisan lain di spanduk yakni ” Kantor Camat Didandani, Jalan Ora”. Bayar pajak tidak boleh telat, perbaikan tidak ada”

Spanduk protes jalan rusak tersebut sebagian lagi dipasang oleh warga di Pasar Desa Srumbung. Ada pula di depan kantor Kecamatan Srumbung dan tak jauh dari Polsek dan Koramil Srumbung. Pemasangan spanduk protes jalan rusak ini dipasang tak jauh kantor tersebut, sebagian jalan yang rusak tak jauh dari kantor Polsek, Koramil, dan kantor Desa Srumbung, termasuk Pasar Desa Srumbung.

Sebagian kecil jalan rusak bak kubangan di sekitar Pasar Srumbung. (Ft. Mohis/HN)

Alasan pemasangan spanduk bentuk protes warga ini bukan tanpa alasan. Sejumlah warga mengemukakan bahwa kerusakan fasilitas umum jalan di wilayah mereka sering terjadi kecelakaan tinggal lalu lintas.

“Coba bapak wartawan lihat sendiri kondisi jalannya. Yang bapak perlu tahu, sering loh kecelakaan tunggal di daerah ini karena ban motor mereka terpleset segala,” ujar sejumlah warga Desa Srumbung diamini beberapa perangkat desa setempat saat ditemui harian.news, Selasa, 21 Maret 2023.

Sebelumnya, Sutaya salah satu pengurus NU Kecamatan Srumbung saat menggelar unjuk rasa menolak aktifitas penambangan galian C yang menggunakan alat berat menegaskan bahwa penyebab kerusakan jalan di wilayah Srumbung adalah truk pengangkut material galian C.

Pasalnya, klasifikasi jalan tak sesuai dengan jumlah tonase angkutan yang melintas. Artinya, muatan truk sebagian besar melebihi tonase.

“Kalau kita hitung jumlah truk pengangkut galian C yang melintas, bukan jumlah sedikit. Ada ratusan setiap hari, itupun semua melebihi kapasitas muatan yang sesungguhnya,” jelas Sutaya saat itu.

Lantas, apa komentar pihak pemerintah daerah terkait hal ini? Saat harian.news mencoba konfirmasi ke Dinas Pekerjaan Umum Magelang, hingga berita turun belum ada yang bisa memberi statemen. (Mohis)

Baca berita lainnya Harian.news di Google News