Tak ada lagi Bekingan! ARA Libatkan TNI-Polri dalam Satgas Gabungan PD Parkir

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Perumda Parkir Makassar, Adi Rasyid Ali (ARA), merancang pembentukan Satgas Gabungan yang melibatkan unsur TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Badan Tata Ruang, hingga instansi pemkot lainnya.
Langkah ini dirancang untuk menertibkan praktik-praktik ilegal sekaligus menutup ruang bagi oknum aparat yang selama ini kerap ‘membekingi’ pengelolaan parkir liar di lapangan.
“Satgas ini akan punya kekuatan hukum dan soliditas lintas lembaga. Tidak ada lagi istilah beking-bekingan. Kita ingin bersih-bersih total,” tegas ARA, Selasa (22/4/2025).
Dalam pertemuan itu, ARA juga menjabarkan peta jalan reformasi PD Parkir, mulai dari lelang titik strategis hingga penerapan sistem uji petik.
Melalui mekanisme ini, Satgas Uji Petik akan turun langsung ke lapangan untuk mengaudit pendapatan juru parkir (jukir). Hasilnya akan menjadi acuan penertiban sekaligus penegakan sanksi.
“Satu hari bisa terkumpul Rp 3 juta, tapi yang disetor hanya Rp 500 ribu. Dengan uji petik, kita tahu pasti angkanya. Kalau ketahuan main, kita beri peringatan. Kalau masih ngeyel, kita ganti,” ucap ARA.
ARA menekankan bahwa penggantian jukir juga akan mengutamakan warga lokal.
“Kami prioritaskan mereka yang berdomisili di wilayah tempatnya bekerja. Ini bukan hanya pembenahan, tapi juga pembukaan lapangan kerja untuk warga Makassar,” tambahnya.
Rencana besar lainnya adalah lelang titik parkir terbuka. Setiap lokasi akan ditawarkan kepada pengelola dengan penawaran tertinggi, dengan syarat utama, profesionalisme dan transparansi.
“Jangan bayar mundur. Kalau mau kelola, setor di muka dan buktikan pelayanannya. Yang paling siap, itu yang menang,” kata ARA.
Dalam jangka panjang, PD Parkir juga tengah menyusun skema parkir berlangganan tahunan yang akan diintegrasikan dengan sistem Samsat.
“Bayar sekali, gratis parkir setahun. Rp 150 ribu untuk motor, Rp 250 ribu untuk mobil. Tapi ini masih menunggu kajian hukum dari Kemenhub dan izin Pemprov Sulsel,” jelasnya.
ARA juga menyoroti pentingnya sentralisasi pendapatan parkir.
“Selama ini uangnya tersebar — ada di PD Parkir, Dinas Perhubungan, dan bendahara daerah. Harusnya satu pintu. Biar jelas, efisien, dan akuntabel,” ujarnya.
Salah satu titik yang menjadi sorotan adalah Mal Panakkukang. ARA mengungkap bahwa pot-pot bunga di area depan mal sengaja diletakkan untuk menutup lahan parkir potensial bagi karyawan.
“Itu harus ditata ulang. Sayang kalau potensi sebesar itu dibiarkan,” tutupnya.
PENULIS: NURSINTA
Baca berita lainnya Harian.news di Google News