Tak Hanya Estetik, Maros Highland Dipuji Wamenparekraf karena Utamakan Keamanan Pengunjung

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf) Republik Indonesia melakukan kunjungan kerja ke destinasi unggulan Maros Highland, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, pada Jumat (16/5/2025).
Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya Kemenparekraf untuk meninjau langsung potensi dan perkembangan sektor pariwisata berbasis alam di wilayah Indonesia Timur.
Maros Highland dikenal sebagai destinasi wisata alam modern pertama di Sulawesi Selatan yang mengusung konsep “Colourful Nature Experience”.
Konsep ini memadukan keindahan alam pegunungan dengan instalasi warna-warni yang instagramable dan ramah keluarga.
Salah satu daya tarik utamanya adalah wahana Rainbow Slide, seluncuran pelangi terpanjang di Indonesia, yang telah menjadi magnet utama bagi wisatawan dari berbagai daerah.
Dalam kunjungannya, Wamenparekraf disambut langsung oleh CEO Nimo Land Group, Ilham Sunaryanto, bersama jajaran pemerintah daerah, pelaku UMKM, pengelola destinasi, dan komunitas pariwisata lokal.
Ia meninjau berbagai fasilitas unggulan mulai dari wahana edukatif, spot foto tematik, area camping, hingga pusat kuliner yang dikembangkan dengan pendekatan ramah lingkungan.
Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Ni Luh Puspa sangat mengapresiasi standar keamanan dan keselamatan wahana yang diterapkan oleh manajemen Maros Highland.
“Saya senang dengan sistem keamanan di setiap wahana yang telah disiapkan. Ini penting harus jadi komitmen bersama. Saya harap standar ini tetap dipertahankan dan dicek secara berkala, minimal setiap minggu,” ungkapnya.
Ia juga menilai bahwa kawasan ini mampu menjadi role model bagi pengembangan wisata alam modern yang berkelanjutan di Indonesia.
“Maros Highland adalah bukti konkret bahwa pengembangan wisata alam bisa dilakukan dengan pendekatan kreatif dan tetap menjaga kelestarian. Ini adalah standar baru destinasi alam di wilayah Timur Indonesia,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya peran aktif masyarakat lokal dan UMKM dalam menjaga keberlanjutan sektor pariwisata.
“Pariwisata harus inklusif. Harus memberdayakan komunitas lokal, menghormati budaya setempat, dan menjunjung tinggi kelestarian lingkungan,” tambahnya.
Selanjutnya, CEO Nimo Land Group, Ilham Sunaryanto menyambut baik kedatangan dan apresiasi yang diberikan oleh Wamenparekraf.
“Kami berharap ke depan, dengan hadirnya ibu Wamen di Sulsel, masyarakat bisa lebih aktif lagi berwisata. Selain itu kami juga akan mengembangkan konsep kerjasama dengan Dispar dan Kemenpar untuk memajukan pariwisata di Kabupaten Maros,” jelasnya.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News