Tak Rayakan Gol ke Tunisia, Ini Sosok Yasin Ayari

HARIAN.NEWS, JAKARTA – Sebuah nama mencuat di antara hiruk-pikuk Piala Dunia 2026: Yasin Abbas Ayari. Gelandang muda Swedia keturunan Tunisia ini bukan sekadar pelengkap skuad. Ia adalah transformasi nyata dari pemain pinjaman yang nyaris terlupakan menjadi pilar penting Brighton & Hove Albion dan andalan timnas Swedia di panggung dunia.
Dengan kemampuan teknis memukau, visi bermain cerdas, serta etos kerja tanpa henti, Ayari diprediksi bakal menjelma menjadi gelandang elit Eropa dalam beberapa musim ke depan.
Dari Solna ke Brighton: Awal yang Tak Mudah
Lahir di Solna, Swedia, 6 Oktober 2003, Ayari memulai karier di Råsunda IS sebelum menyeberang ke akademi AIK – salah satu raksasa Swedia. Bakatnya tak butuh waktu lama untuk bersinar. Ia tembus tim senior AIK di usia sangat muda dan langsung menunjukkan kematangan di lini tengah.
Pada Januari 2023, Brighton & Hove Albion menggaetnya. Namun, adaptasi di Premier League tak semulus yang dibayangkan.
Musim Terobosan Berkat Jalur Pinjaman
Alih-alih terus diparkir di bangku cadangan, Brighton memilih strategi cerdas: meminjamkannya ke Coventry City dan Blackburn Rovers sepanjang musim 2023/24. Hasilnya? Jam terbang meningkat, mental terasah.
Musim 2024/25 adalah musim terobosan Yasin Ayari. Di bawah asuhan tim pelatih Brighton, ia mencatatkan 34 penampilan di Premier League dan menyumbang 2 gol. Ia dikenal sebagai gelandang serbabisa: mampu menjaga bola dengan tenang, mendistribusikan umpan akurat, serta fasih bermain di berbagai peran tengah.
Momen Emosional Melawan Tunisia
Ayari memiliki darah Tunisia dari sang ayah. Saat Swedia bertemu Tunisia dalam laga persahabatan pra-Piala Dunia, ia mencetak dua gol dalam kemenangan 5-1. Namun, ia memilih tidak merayakan gol pertamanya. Sebuah gestur hormat kepada akar keluarganya yang langsung viral di media sosial.
Nilai Pasar Meroket, Masa Depan Cerah
Performa gemilang itu berdampak langsung pada nilai ekonominya. Per 3 Juni 2026, nilai pasar Yasin Ayari menembus €35 juta (sekitar Rp600 miliar). Ia menjadi salah satu aset termahal di Brighton yang masih terikat kontrak hingga Juni 2027.
| Aspek | Detail |
|---|---|
| Klub Asal | AIK (Swedia) |
| Penampilan PL 2024/25 | 34 laga, 2 gol |
| Nilai Pasar (Juni 2026) | €35 juta |
| Kontrak di Brighton | Hingga Juni 2027 |
| Adik (Taha Ayari) | Pemain AIK |
Darah sepak bola mengalir kuat di keluarga Ayari. Adiknya, Taha Ayari, juga meniti karier profesional bersama AIK. Kini, dengan Piala Dunia 2026 sebagai panggung terbesarnya, Yasin Ayari siap menjadi jenderal lapangan tengah Swedia – dan Eropa sedang mengawasinya. ***
(Sumber: The Sun, The Guardian, Transfermarkt)
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
Penulis : ANDI AWAL TJOHENG