Tangis Haru Warnai Last Ceremony MAN 1 Bulukumba

Tangis Haru Warnai Last Ceremony MAN 1 Bulukumba

HARIAN.NEWS, BULUKUMBA – Suasana haru menyelimuti lapangan utama Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Bulukumba, Sulawesi Selatan, saat pelaksanaan Last Ceremony atau perayaan upacara terakhir bagi siswa Kelas XII di madrasah itu, Senin (24/02/2025).

Tangis haru itu, tak terelakkan saat guru dan siswa, mengungkapkan perasaan mereka dalam momentum perpisahan sekolah, mereka melakukan prosesi salam-salaman, usai upacara yang penuh khidmat.

Kegiatan Last Ceremony itu sendiri merupakan inisiatif siswa kelas XII dan sebagai bentuk dedikasi, dan penghormatan kepada sivitas madrasah yang telah membina mereka selama tiga tahun terakhir, serta bentuk optimisme menatap tantangan masa depan.

“MAN 1 Bulukumba, bukan hanya tempat belajar, tapi juga rumah kedua bagi kami. Terima kasih kepada para guru yang telah membimbing kami dengan sabar dan penuh kasih sayang,” kata Syatifah Awalia, Ketua Kelas XII MIA 3, sambil terisak.

Agenda last ceremony tersebut juga diisi pesan perpisahan yang disampaikan Wakamad Akademik, MAN 1 Bulukumba Nuraedah.

“Menjelang ujian, saya harap kita semua bersungguh-sungguh. Hari ini kita melakukan upacara terakhir kelas 12, ini juga menjadi refleksi, contoh, teladan bagi kita semua,” jelasnya.

Wakamad Kesiswaan MAN 1 Bulukumba, Ihsan Ashadi, mengapresiasi kerja keras, dan totalitas siswa kelas XII dalam menyukseskan Last Ceremony itu, termasuk pula perjuangan selama tiga tahun terakhir di Madrasah ini.

“Nama angkatannya IGNITE 35, yang artinya semangat membara dan menginspirasi, kami merupakan alumni MAN 1 Bulukumba yang ke-35. Adapaun rangkaian last ceremony akan berlangsung hingga Rabu nanti, diisi dengan sejumlah kegiatan, tanda tangan, penulisan pesan dan kesan, salam-salaman, foto bersama dan pembuatan video trend,” kata Arifah Maulidya Ishar, siswa kelas XII.

Guru MAN 1 Bulukumba, Ahmad Arfah menyampaikan rasa bangga kepada angkatan tersebut, yang telah menempa diri, menjalani pendidikan selama tiga tahun terakhir dengan berbagai tantangannya.

“Warga Madrasah, akan selalu saling mendoakan, saling support, saling membesarkan serta mendorong yang terbaik. Guru dan tenaga kependidikan, akan tetap menemani, menjalani bulan-bulan terakhir di madrasah tercinta ini, sebelum terjun di madrasah kehidupan yang sesungguhnya, tutupnya. ***

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Halaman