Tarif Parkir Pasar Sentral Naik Drastis
HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Pengunjung Pasar Sentral Makassar mengeluhkan kenaikan tarif parkir yang dinilai terlalu tinggi dan memberatkan saat ramadan. Lonjakan ini terjadi tanpa pemberitahuan resmi.
Berdasarkan pantauan Harian.News, kepadatan pengunjung di Pasar Sentral Makassar mulai meningkat sejak pukul 09.00 WITA, dengan area parkir yang hampir penuh pada tengah hari. Di tengah tingginya aktivitas di pasar, tarif parkir pun mengalami lonjakan signifikan.
Untuk kendaraan roda dua, tarif parkir yang sebelumnya hanya Rp2.000 kini naik menjadi Rp5.000. Sementara itu, tarif untuk kendaraan roda empat yang sebelumnya Rp5.000 kini melonjak dua kali lipat menjadi Rp10.000.

Suasana Parkir di Pasar Sentral Kota Makassar, Foto: HN/Sinta.
La (45), seorang pengendara motor, mengaku terkejut saat harus membayar Rp5.000 untuk parkir di sekitar Pasar Sentral.
“Harga parkirnya sudah setara segelas air minum. Biasanya cuma Rp2.000, sekarang tiba-tiba naik jadi Rp5.000,” ungkapnya kesal saat ditemui pada Minggu (9/3/2025).
Menurut La, kenaikan ini sangat memberatkan, terutama bagi masyarakat yang datang untuk berbelanja dengan anggaran terbatas.
Kondisi serupa juga dialami oleh Rani (32), seorang pengunjung yang datang dengan mobil. Ia mengaku terkejut ketika dikenakan tarif Rp10.000 untuk parkir, dua kali lipat dari harga biasanya.
Saat mencoba meminta penjelasan kepada juru parkir (jukir), ia hanya mendapatkan jawaban singkat, Ini momen.
“Saya tanya kenapa mahal sekali, dia cuma jawab ‘ini momen’. Artinya, mereka sengaja menaikkan tarif karena tahu banyak orang datang belanja saat Ramadan,” keluh Rani.
Ia menilai tindakan tersebut sebagai pungutan liar yang memanfaatkan lonjakan aktivitas di pasar.
Kenaikan tarif yang terjadi tanpa regulasi resmi membuat Ia resah. Rani berharap ada tindakan dari pihak berwenang untuk menertibkan sistem parkir di Pasar Sentral Makassar agar tidak ada praktik pungutan liar.
“Harus ada aturan yang jelas. Jangan sampai setiap momen tertentu, mereka seenaknya menaikkan tarif tanpa kontrol,” ujar Rani menutup perbincangan.
PENULIS: NURSINTA
Baca berita lainnya Harian.news di Google News