Taruna Ikrar: Alhamdulillah Presiden Prabowo di Istana Negara Mengapresiasi Kinerja BPOM mendunia dan Bermanfaat bagi Rakyat

HARIAN.NEWS, JAKARTA – Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Prof. Dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D., menyampaikan rasa syukur atas apresiasi yang diberikan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto terhadap berbagai capaian BPOM.
Pengakuan tersebut disampaikan saat Taruna Ikrar diterima Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara dalam pembahasan sejumlah program strategis nasional yang melibatkan peran BPOM, mulai dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, pemberdayaan UMKM, hingga penguatan ketahanan kesehatan nasional.
Menurut Taruna Ikrar, apresiasi langsung dari Presiden merupakan bentuk kepercayaan negara terhadap transformasi besar yang telah dilakukan BPOM dalam memperkuat sistem pengawasan obat dan makanan.
Lebih dari itu, pengakuan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh jajaran BPOM untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik yang berdampak nyata bagi masyarakat.
“Apresiasi Bapak Presiden Prabowo Subianto merupakan kehormatan sekaligus amanah bagi seluruh insan BPOM. Pengakuan yang disampaikan langsung di Istana Negara menunjukkan bahwa transformasi BPOM mendapat perhatian pemerintah. Berbagai capaian yang telah diakui dunia harus terus kami wujudkan menjadi manfaat nyata bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujar Taruna Ikrar.
Taruna menjelaskan bahwa salah satu pencapaian terbesar BPOM adalah keberhasilan memperoleh pengakuan WHO Listed Authority (WLA) dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Status tersebut menempatkan sistem regulasi BPOM sejajar dengan otoritas regulator obat dan makanan terbaik di dunia serta menjadi bukti bahwa Indonesia telah memiliki sistem pengawasan yang memenuhi standar internasional.
Menurutnya, keberhasilan meraih status WLA bukanlah capaian yang diperoleh dalam waktu singkat. Pengakuan tersebut lahir dari transformasi menyeluruh terhadap sistem regulasi, digitalisasi layanan, penguatan tata kelola, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang dilakukan secara berkelanjutan.
Transformasi tersebut diwujudkan melalui modernisasi berbagai layanan strategis BPOM, antara lain SK AHP (Analisis Hasil Pengawasan), AERO (Registrasi Obat dan Produk Biologi), Notifikasi Kosmetik, e-Registration Pangan Olahan (e-Reg Pangan), ASROT (Registrasi Obat Tradisional dan Suplemen Kesehatan), Surat Keterangan Impor dan Ekspor, sertifikasi Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB), Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB), Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik (CPKB), dan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB), sertifikasi Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB), persetujuan uji praklinik dan uji klinik obat tradisional, suplemen kesehatan, kosmetik, pangan olahan, dan obat, persetujuan penggunaan fasilitas bersama, pengkajian keamanan, mutu, gizi, manfaat, dan label pangan, pengkajian keamanan pangan produk rekayasa genetik (PRG), penyediaan baku pembanding dan hewan uji, hingga penerbitan sertifikat ekspor obat.
Seluruh layanan tersebut kini dijalankan melalui sistem regulatori yang semakin transparan, cepat, berbasis risiko, dan terintegrasi secara digital sehingga mampu meningkatkan kepastian layanan bagi masyarakat maupun dunia usaha.
Reformasi inilah yang menjadi salah satu fondasi utama keberhasilan BPOM memperoleh pengakuan WHO Listed Authority.
Taruna Ikrar menegaskan bahwa pengakuan internasional bukanlah tujuan akhir. Bagi BPOM, capaian tersebut merupakan instrumen untuk mempercepat akses masyarakat terhadap obat, vaksin, pangan olahan, kosmetik, obat tradisional, dan suplemen kesehatan yang aman, bermutu, dan berkhasiat, sekaligus meningkatkan daya saing industri nasional di pasar global.
“Pengakuan WHO Listed Authority membuktikan bahwa sistem regulasi BPOM telah memenuhi standar global. Namun bagi kami, yang paling penting adalah bagaimana standar internasional tersebut benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat melalui pelayanan yang lebih cepat, perlindungan kesehatan yang lebih kuat, serta kemudahan bagi industri nasional untuk berkembang dan menembus pasar dunia,” kata Taruna.
Ia menambahkan bahwa BPOM akan terus mengawal berbagai program prioritas Presiden Prabowo Subianto melalui penguatan pengawasan, percepatan layanan perizinan, digitalisasi regulasi, serta kolaborasi dengan kementerian, lembaga, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan dunia usaha.
“Kepercayaan Presiden merupakan amanah yang harus kami jawab dengan kerja nyata. BPOM akan terus bertransformasi menjadi regulator kelas dunia yang profesional, berintegritas, dan adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga setiap kebijakan yang dihasilkan benar-benar bermuara pada perlindungan kesehatan masyarakat serta mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045,” pungkas Taruna Ikrar.
(HSN)
Baca berita lainnya Harian.news di Google News