Tausiah Pengukuhan Qur’an, Ustaz Muslim: Jangan Sampai Fitrah Anak Rusak dari Kita!

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Arrahmah menggelar Pengukuhan Alqur’an pada 182 siswa didiknya, di Hotel Harper Makassar, Jalan Perintis, Minggu (1/6/2025). Hadir mengukuhkan dalam acara ini, Wakasis SMPIT Ar Rahmah, Ustaz Muslim yang juga memberikan tausiah singkat.
“Seberapa Alquran dalam diri kita, sebegitulah investasi kebahagiaan kita di dunia dan akhirat,” ujar Ustaz Muslim mengawali tausiahnya, Senin.
Ustaz Muslim kemudian mengutip sebuah hadits Rasulullah SAW yang berbunyi “Kullu mauludin yuladu alal fitrah”.
“Ini bermakna setiap bayi yang baru lahir itu lahir dalam keadaan fitrah, maknanya anak-anak kita dibalut dengan fitrah sejak Ia lahir. Namun bagaimana anak kita saat ini? Bagaimana anak kita sekarang? Jika fitrahnya sudah rusak maka siapa yang merusak itu?,” tanyanya di depan ratusan orang tua didik yang juga membersamai pengukuhan Alqur’an.
Ia menjelaskan, hari ini, jika tutur kata anak rusak, attitude rusak, maka pada dasarnya fitrahnya telah rusak.
“Siapa yang merusak, itu adalah lingkungan dan pola asuh serta pergaulan sekitar,” ujarnya.
“Dan jangan sampai fitrah yang rusak itu dari ayah ibunya, fitrah anak-anak itu mudah memaafkan, marahan pukul 07.00, semenit dua menit kemudian sudah baikan, jika sekarang sulit memafkan itu dari yang mereka lihat sehari-hari, jangan-jangan kita lah yang merusak itu?,” lanjut Ustad Muslim yang juga guru di SMAIT Arrahmah itu.
Ustaz Muslim menakankan, anak adalah amanah dari Allah, sehingga hendaknya bapak ibunya memenuhi hak-hak anak sesuai syariah.
“Amanah ini sungguh berat pertanggungjawabannya. Jangan merusak fitrah anak-anak kita, mari menjaga fitrah anak-anak kita antara lain dengan tidak memberi anak-anak kita makanan yang tidak halal,” lanjutnya.
Di akhir tausiahnya, Ustaz Muslim mengingatkan pada semua orang tua didik yang hadir, agar takut meninggalkan generasi yang lemah kelak atau di kemudian hari nantinya.
“Sebagai hamba yang beriman, hendaknya kita takut meninggalkan generasi yang lemah keimanannya. Mari membentuk generasi yang memiliki keteguhan hati, teguh pendirian dan teguh jiwanya, dan hal ini hanya akan terbentuk jika anak-anak kita dibantu dengan pola asuh yang bersinergi antara sekolah dan rumah,” ujarnya.
Sebagai informasi, dalam sesi pengukuhan yang digelar sejak pagi ini, diawali dengan uji publik secara acak pada siswa-siswi, yang sebelumnya telah mengikuti ujian ketat dimulai dari ujian pra munaqosyah hingga ujian munaqosyah. Usai uji publik, anak-anak kemudian dikukuhkan satu per satu dengan menerima tropi dan sertifikat capaian hafalan dan bacaan masing-masing.
Di sesi akhir, anak-anak kemudian dikukuhkan resmi yang ditutup dengan sungkeman antara orang tua dan anak.
PENULIS: ND
Baca berita lainnya Harian.news di Google News