Tayang Perdana, Ini Pesan Anti Calo dalam Film Tungke: Tanpa Uang Tanpa Celah

Tayang Perdana, Ini Pesan Anti Calo dalam Film Tungke: Tanpa Uang Tanpa Celah

HARIAN.NEWS, MAKASSAR — Suasana aula Kampus UC Makassar pada Sabtu (23/08/2025) sangat ramai. Ratusan pemuda hingga orang tua datang menyaksikan penayangan perdana film “Tungke: Tanpa Uang Tanpa Celah”. Film ini mengisahkan perjalanan seorang pemuda bernama Tungke yang bercita-cita menjadi prajurit TNI Angkatan Darat.

Kisah Tungke digambarkan sebagai sosok sederhana yang harus menghadapi berbagai tantangan untuk meraih mimpinya. Godaan terbesar datang dari calo yang menawarkan jalan pintas dengan iming-iming kelulusan. Namun, hati Tungke digetarkan oleh nasihat ibunya yang meminta agar ia percaya pada takdir Tuhan dan mengandalkan kerja keras.

Perjuangan itu pun berbuah manis. Tungke akhirnya berhasil lolos menjadi anggota TNI tanpa sepeser pun uang sogokan. Pesan moral yang dihadirkan sederhana, tetapi menampar keras praktik kecurangan yang kerap membayangi proses seleksi.

Sutradara film, Harry Maverick, menuturkan bahwa judul Tungke diambil dari bahasa Sulawesi Selatan yang berarti tunggal. Menurutnya, filosofi itu menjadi benang merah cerita yang ia angkat.

“Kami ingin menghadirkan ritme film yang berangkat dari budaya Sulsel. Pesan terbesarnya adalah jangan pernah menitipkan masa depan anak-anak kita pada calo,” ujarnya.

Harry juga menegaskan bahwa film ini dibuat untuk meluruskan persepsi masyarakat.

“TNI senantiasa menjunjung tinggi kejujuran. Jika ada oknum yang mengaku bisa meluluskan lewat uang, maka itu harus diusut dan diberi sanksi,” tambahnya.

Kasdam XIV/Hasanuddin, Brigjen TNI Sugeng Hartono, yang turut hadir dalam penayangan perdana memberikan apresiasi. Ia menilai film ini selaras dengan semangat TNI dalam menjaga integritas dan menolak segala bentuk praktik curang.

“Film ini memberikan edukasi yang baik kepada masyarakat agar percaya pada kemampuan diri sendiri,” kata Sugeng.

Menurutnya, film seperti ini sangat penting sebagai media penyadaran publik, terutama bagi para pemuda yang bercita-cita menjadi prajurit.

“Kami ingin menegaskan bahwa tidak ada celah bagi calo. Yang menentukan kelulusan hanyalah kemampuan, kerja keras, dan doa,” tegasnya.

Penulis: Gita Oktaviola 

Baca berita lainnya Harian.news di Google News