Tegas Tolak Relokasi, Warga Kampung Tua Kembali Gelar Aksi di Kantor BP Batam

HARIAN.NEWS, BATAM – Warga Pulau Rempang di Kecamatan Galang, Kota Batam, Kepulauan Riau, kembali menggelar aksi unjuk rasa menolak relokasi yang diakibatkan oleh Proyek Strategis Nasional (PSN) Rempang Eco City.
Aksi ini merupakan lanjutan dari protes yang dilakukan oleh masyarakat setempat yang merasa terancam oleh kebijakan tersebut.
Ratusan warga dari berbagai kampung di Pulau Rempang berkumpul di titik strategis dengan membawa spanduk dan poster berisi tuntutan mereka. Mereka menyuarakan penolakan keras terhadap relokasi yang dinilai akan merugikan kehidupan sosial dan ekonomi warga yang telah lama tinggal di wilayah tersebut.
Menurut perwakilan warga, mereka tidak menentang pembangunan atau investasi yang dilakukan oleh pemerintah, namun mereka menolak tegas setiap langkah yang mengorbankan tanah dan tempat tinggal mereka.
“Kami hanya ingin mempertahankan hak atas tanah leluhur kami. Relokasi ini bukan solusi, melainkan ancaman bagi kelangsungan hidup kami di sini,” ujar salah satu koordinator aksi, Selasa (20/8/2024) kemarin.
Proyek Rempang Eco City yang digadang-gadang sebagai bagian dari program pengembangan ekonomi berbasis lingkungan memang tengah menjadi sorotan.
Meskipun proyek ini diharapkan dapat membawa dampak positif bagi perekonomian daerah, banyak warga lokal yang merasa bahwa mereka tidak dilibatkan secara adil dalam proses pengambilan keputusan.
Dalam aksi yang berlangsung damai tersebut, warga menuntut adanya dialog terbuka dengan pemerintah dan pihak terkait untuk mencari solusi yang tidak mengorbankan masyarakat lokal.
“Kami berharap agar pemerintah mempertimbangkan ulang rencana relokasi dan mendengarkan aspirasi warga yang selama ini telah tinggal dan menjaga tanah di Pulau Rempang,” ujar salah seorang warga.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak pemerintah terkait aksi unjuk rasa ini.
Sementara itu, di Kampung Tua di Pulau Galang dan Rempang penolakan akan relokasi ini juga ada. Terdapat spanduk berisikan narasi penolakan. Salah satunya bertuliskan “NKRI…Not for Sale..!!! Mau jual negeri ini….tukar dengan nyawa kami. Yang jual penghianat bangsa”.
Kalimat “tukar dengan nyawa kami” mencerminkan tekad warga untuk mempertahankan tanah mereka dengan segala cara.
PENULIS: ABD HAFID
Baca berita lainnya Harian.news di Google News