Ternyata Stres Kerja Berdampak Negatif pada Fungsi Kognitif, Begini Pengaruhnya

 Ternyata Stres Kerja Berdampak Negatif pada Fungsi Kognitif, Begini Pengaruhnya

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Dinas Kesehatan Kota Makassar, melalui akun Instagram @dinaskesehatankotamakassar, mengingatkan bahwa stres kerja yang berkepanjangan tidak hanya berbahaya bagi kesehatan fisik, tetapi juga dapat memengaruhi fungsi kognitif seseorang.

Stres yang terus-menerus dapat merusak kemampuan berpikir, mengingat, dan membuat keputusan dengan baik. Berikut adalah beberapa cara stres kerja memengaruhi fungsi kognitif kita:

1. Penurunan Daya Ingat

Stres kronis dapat menyebabkan penurunan daya ingat, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Hal ini terjadi karena stres yang berkepanjangan dapat memengaruhi hippocampus, area otak yang berperan penting dalam memproses memori. Akibatnya, seseorang bisa mengalami kesulitan mengingat informasi atau lupa dengan detail penting yang sebelumnya mudah diingat.

2. Penurunan Konsentrasi dan Fokus

Stres yang berlebihan mengalihkan perhatian otak dari tugas yang sedang dikerjakan, karena terlalu banyak energi yang digunakan untuk menghadapi stresor (sumber stres). Hal ini membuat otak lebih sulit untuk fokus, meningkatkan kemungkinan seseorang menjadi mudah teralihkan, kesulitan berkonsentrasi, dan akhirnya menurunkan performa kerja.

3. Pengambilan Keputusan yang Buruk

Stres memengaruhi bagian otak yang bertanggung jawab untuk pengambilan keputusan, yakni prefrontal cortex. Ketika seseorang berada di bawah tekanan, kemampuan untuk menganalisis situasi secara objektif dan membuat keputusan yang rasional berkurang. Kondisi ini sering kali membuat orang terburu-buru dan akhirnya membuat keputusan yang kurang tepat atau tergesa-gesa.

4. Penurunan Kemampuan Pemecahan Masalah

Stres kronis juga dapat menghambat kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah. Dalam situasi stres, otak lebih cenderung menggunakan respons “fight-or-flight” (lawan atau lari), yang mengalihkan sumber daya mental dari pemecahan masalah kreatif. Akibatnya, orang mungkin merasa kesulitan menemukan solusi inovatif atau berpikir di luar kebiasaan ketika menghadapi masalah yang rumit.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News