Tolak Tambang Galian C, Ribuan Warga dan MWC NU Srumbung Magelang Gelar Pengajian
MAGELANG, HARIAN.NEWS – Ribuan warga bersama pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, menggelar pengajian akbar di lokasi tambang galian C yang diduga ilegal. Aksi yang digelar ini sebagai bentuk protes mereka atas keberadaan tambang galian C yang menggunakan alat berat.
Menurut informasi dihimpun harian.news, Senin, 13 Februari 2013, pihak pengurus MWC NU Kecamatan Srumbung bersama ribuan warga Srumbung akan terus melaksanakan pengajian rutin setiap Jumat di lokasi tambang galian C di wilayah mereka.
Aksi ini juga didukung oleh seluruh kepala desa dari 17 desa se Kecamatan Srumbung. Tak hanya itu, bukti para kepala desa dalam memberikan dukungannya yakni mereka ikut turun langsung bersama warganya mengikuti pengajian.
Menurut Kiyai H Bahaudin Sah, yang memimpin langsung pengajian akbar ini bahwa alasan ribuan warga dan MWC NU Srumbung melaksanakan pengajian di lokasi tambang galian C adalah bentuk nyata penolakan aktifitas tambang ilegal di wilayah Srumbung.
“Kenapa kita mengaji di lokasi tambang galian C ini karena masyarakat sudah tak tahan dengan keberadaan tambang galian C menggunakan alat berat. Demo sana-sini tidak digubris pemerintah,” ujar Gus Bahaudin –sapaan akrab– pengasuh Ponpes Ma’arif Srumbung ini.
Dikatakannya, pengajian seperti ini di lokasi tambang galian C akan terus digelar setiap Jumat. Hanya saja, lokasinya akan digilir dari lokasi tambang galian C yang satu ke tempat lain. Hal itu dilakukan agar penambang yang menggunakan alat berat seperti eksavator ini benar-benar angkat kaki dari wilayah Srumbung.
“Yang menambang di sini menggunakan alat berat, semua dari luar daerah. Kami warga Srumbung hanya penonton, dan hasilnya pun hanya kebagian debu, jalan rusak dan kebisingan suara truk keluar masuk Srumbung,” terang Kiyai Bahaudin.

Ribuan warga dan pengurus NU Kec. Srumbung, Magelang menggelar pengajian penolakan tambang galian C di wilayah mereka. (Ft. Mohis/HN)
Sementara itu, pantauan harian.news di lokasi, pengajian pertama yang digelar pada Jumat, 3 Februari 2023 di Dusun Genteng, Desa Ngablak, Srumbung. Di lokasi ini diakui oleh warga dan MWC NU Srumbung merupakan kawasan tambang galian C ilegal yang menggunakan alat berat.
Sedangkan pengajian kedua yakni Jumat, 10 Februari 2023 di gelar di Kali Ireng, Desa Ngablak. Dari lokasi ini, jamaah menemukan tiga unit alat berat sedang beraktifitas. Namun saat ribuan jamaah tiba di lokasi, operator alat berat tersebut, menghindar dari kerumunan jamaah.
Merasa dilecehkan oleh pihak penambang ilegal ini, pengurus NU Srumbung dan ribuan warga mendesak pihak aparat keamanan untuk menarik alat berat tersebut dari lokasi tambang. (Mohis)
Baca berita lainnya Harian.news di Google News