Tower Runtuh di Bekasi, 1 Tewas dan 6 Luka-Luka

HARIAN.NEWS, BEKASI – Insiden tragis terjadi di kawasan Jalan Mista Raya, Kavling Bumi Indah Sejahtera, Desa Karang Satria, Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, pada Senin (27/1) pagi.
Penyangga tower yang tengah dibangun di atas Musala Santri Pondok Pesantren tiba-tiba runtuh, menewaskan satu pekerja dan melukai enam lainnya.
Peristiwa nahas itu berlangsung sekitar pukul 10.00 WIB. Saat kejadian, tujuh pekerja sedang melaksanakan pembangunan di lokasi.
Penyangga beton yang seharusnya menopang tower mendadak runtuh, menimpa sejumlah pekerja yang berada di bawahnya.
“Beton coran tiba-tiba ambruk. Salah satu korban meninggal dunia karena terjepit di bawah reruntuhan,” ujar seorang petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bekasi yang berada di lokasi.
Evakuasi berjalan dramatis, dengan tim damkar berjuang keras mengangkat puing-puing bangunan. Salah satu korban yang tewas ditemukan dalam posisi terjepit bongkahan beton.
Hingga siang hari, proses evakuasi masih terus berlangsung untuk memastikan tidak ada korban lain yang tertinggal di bawah reruntuhan.
Korban Luka
Dari tujuh pekerja yang berada di lokasi, lima di antaranya mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan yang berbeda. Mereka segera dilarikan ke RSUD Kabupaten Bekasi untuk mendapatkan perawatan.
Sementara itu, satu pekerja lainnya selamat tanpa cedera meski sempat terjebak di bawah puing.
“Ada satu korban yang beruntung, dia bisa keluar tanpa luka,” kata Danar, seorang warga yang menyaksikan langsung proses evakuasi.
Danar juga mengungkapkan bahwa warga sekitar mendengar suara keras sebelum bangunan penyangga tower runtuh. “Kedengarannya seperti ledakan, lalu bangunan itu langsung ambruk,” ujarnya.
Penyebab Masih Diselidiki
Hingga saat ini, penyebab runtuhnya penyangga tower masih dalam tahap penyelidikan. Pihak berwenang tengah mengumpulkan keterangan dari saksi di lokasi dan memeriksa prosedur pembangunan yang diterapkan.
Sementara itu, warga sekitar mengaku khawatir dengan kondisi proyek serupa di wilayah mereka. “Kami berharap ada pengawasan lebih ketat agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” ujar salah seorang warga setempat.
Insiden ini menambah daftar panjang kecelakaan kerja di sektor konstruksi yang disebabkan oleh kelalaian atau kegagalan teknis. Pemerintah setempat diharapkan segera mengambil langkah tegas untuk memastikan keamanan para pekerja di lokasi-lokasi pembangunan. ***
Baca berita lainnya Harian.news di Google News